Sekda Misni : CPNS Kepri Harus Adaptif dan Berintegritas Tinggi
- 29 Apr 2026 16:44 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – ASN memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan berorientasi pada pelayanan publik. Terlebih, posisi Provinsi Kepulauan Riau sebagai “beranda NKRI” menuntut kualitas aparatur yang unggul dan berintegritas tinggi.
Penyataan tersebut dikaatkan Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Misni dalam kegiatan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan XXV Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026. Kegiatan digelar di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Jalan Tata Bumi KM 20, Ceruk Ijuk, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Rabu, 29 April 2026.
“Profesionalisme ASN tidak hanya dilihat dari penampilan atau kemampuan teknis semata, tetapi juga dari integritas, etika, serta komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Misni.
Dalam pemaparannya bertajuk “Profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN)”, Misni memaparkan gambaran umum Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki luas wilayah mencapai 425.214,72 km² dengan dominasi wilayah laut sebesar 417.012,97 km² serta jumlah penduduk lebih dari 2,2 juta jiwa. Kondisi geografis ini, menurutnya, menuntut ASN untuk adaptif terhadap tantangan pembangunan berbasis maritim dan konektivitas antar wilayah.
Dirinya juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi ASN saat ini, antara lain belum optimalnya adaptasi terhadap teknologi dan digitalisasi. Perubahan budaya kerja, rendahnya penerapan integritas dan etika, belum maksimalnya pelayanan publik, serta minimnya literasi keuangan.
Pentingnya internalisasi nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Khusus pada aspek adaptif, ASN dituntut untuk terus berinovasi, proaktif, dan antusias dalam menghadapi perubahan.
“ASN harus menjadi problem solver, memiliki integritas, mampu bekerja melampaui standar minimum, serta menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan,” tuturnya.
Dalam menjaga integritas, Misni menegaskan pentingnya pengendalian diri (self mastery), menjaga kualitas kerja, menjadi teladan (role model), serta konsisten antara ucapan dan tindakan (walk the talk). Karena ASN adalah “pahlawan masa kini” yang harus mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, serta berperan sebagai corong pemerintah dalam memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat, khususnya di tengah tantangan global yang berdampak pada kondisi ekonomi.
“Di tengah situasi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai kesulitan, ASN harus hadir sebagai penyejuk dan pemberi solusi, bukan justru menunjukkan gaya hidup mewah,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....