Buruh Berharap Langkah Tegas Pemerintah Melindungi Pekerja di Kondisi Peralihan

  • 29 Apr 2026 11:01 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Perkembangan teknologi, khususnya mesin dan robot, pengganti pekerjaan manusia saat ini tidak dapat dihindari. Perlu langkah tegas dan solutif oleh pemerintah untuk melindungi para pekerja.

Ketua KSPI Bintan, Mansur, mengatakan keberadaan mesin pengganti tenaga manusia menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para pekerja. Namun bagi perusahaan dapat mempermudah perkjaan dan meningkatkan efisiensi.

Untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan perlu langkah-langkah startegis dari pemerintah untuk meningkatkan skill para pekerja. Melalui berbagai pelatihan agar Sumber Daya Manusia pencari kerja dapat lebih berkembang.

“Jika jumlah robot semakin banyak, diperlukan pelatihan khusus bagi programmer atau teknisi untuk menjalankan robot dan mesin tersebut,” ujar Mansur, Rabu, 29 April 2026.

Untuk, di Kabupaten Bintan sudah ada pekerja yang tergantikan oleh mesin dan robot, namun masih terbatas. Beberapa tenaga kerja ada yang di PHK akibat proses peralihan tersebut.

Dalam mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, dirinya berharap langkah pencegahan perlu dilakukan. Perusahaan diharapkan dapat berdialog dengan pekerja sebelum perlihan teknologi berlangsung.

Minimal pemerintah, serikat buruh dan perusahaan berdialog dan menyusun rencana jangka panjang agar tidak terjadi PHK massal saat proses peralihan. Tujuannya agar pekerja tidak secara tiba-tiba kehilangan pekerjaannya.

“Dikalangan buruh sendiri harapannya, proses peralihan tidak menimbulkan dampak negatif yang besar, sehingga perlu perhatian bersama dan mendiskusikan perencanaan ke depan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....