Pengamat Soroti Dampak Digitalisasi JKN Bagi Wilayah 3T

  • 28 Apr 2026 20:47 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pengamat Sosial STISIPOL Raja Haji, Endri Bagus Prasetyo, menilai digitalisasi layanan kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN memiliki potensi menciptakan kesenjangan baru di tengah masyarakat. Hal ini, khususnya bagi kelompok lanjut usia (lansia) dan warga di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), Selasa, 28 April 2026.

Endri mengatakan, meskipun digitalisasi menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi layanan, tidak semua masyarakat memiliki kemampuan yang sama dalam mengakses teknologi. Hal ini, berpotensi menimbulkan hambatan bagi kelompok tertentu dalam memperoleh layanan kesehatan.

“Potensi kesenjangan itu ada, karena layanan ini lebih mudah diakses oleh orang-orang yang paham menggunakan teknologi,” ujar Endri Bagus Prasetyo.

Endri menjelaskan, salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan dukungan dari lingkungan sosial terdekat. Seperti keluarga atau kerabat yang memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologi digital.

“Biasanya bisa dicarikan alternatif, yaitu orang yang paham teknologi membantu lansia atau masyarakat yang tidak mengerti penggunaan Mobile JKN,” ucapnya.

Namun, permasalahan akan muncul apabila dalam satu keluarga tidak terdapat anggota yang memahami teknologi. Kondisi tersebut dinilai dapat menyulitkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan berbasis digital.

“Lansia sangat rentan tidak bisa mengakses layanan karena memang tidak memahami,” tuturnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Endri menyarankan agar petugas medis di tingkat pelayanan paling bawah turut berperan aktif membantu masyarakat dalam penggunaan layanan digital kesehatan. Selain itu, Ia merekomendasikan kepada pemerintah daerah agar terus meningkatkan kualitas pelayanan dan akses pendukung digitalisasi, termasuk jaringan internet di wilayah 3T.

“Mungkin petugas medis di daerah-daerah terkecil bisa membantu proses masyarakat untuk mengakses layanan,” katanya.

Ia berharap, dengan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, layanan kesehatan berbasis digital seperti Mobile JKN dapat diakses secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini agar, masyarakat dapat menggunakan layanan kesehatan secara maksimal.

“Sehingga semua orang tetap bisa tercover dan menikmati layanan kesehatan yang maksimal,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....