STIE Tanjungpinang Tidak Memberikan Ruang Bagi Pelaku Kekerasan

  • 26 Apr 2026 14:02 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang tidak memberikan ruang bagi pelaku kekerasan seksual di kampus. Melalui Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS), STIE berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman bagi mahasiswa untuk belajar di kampus.

Ketua PPKS STIE Pembangunan Tanjungpinang, Sri Kurnia mengatakan mahasiswa diharapkan untuk dapat bersuara jika mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan yang mengarah pada kekerasan di lingkungan kampus. Karena pihak kampus akan menindak tegas pelaku kekerasan di lingkungan kampus.

“Tanpa aduan tentunya tidak bisa kita tindak. Kita tidak memberikan ruang bagi pelaku kekerasan,” ujar Sri Kurnia, Minggu, 26 Maret 2026.

Pihaknya, tidak menampik bahwa kekerasan khususnya kekerasan seksual ada terjadi di STIE. Namun, hingga kini pihaknya belum ada mendapat laporan terkait prilaku tersebut.

Saat ini hanya menangani beberapa kasus yang masuk dalam kategori ringan. Kebanyakan kasus tersebut bukan dilaporkan oleh korban akan tetapi dilaporkan oleh teman-temannya.

Dalam penanganan kasus kekerasan seksual, PPKS juga bekerjasama dengan instansi pemerintah seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Kepri. Kerjasama tersebut terkait dengan pendampingan psikolog, karena di kampus tidak memiliki psikolog.

“Di kampus kita menangani kasus yang ringan-ringan kita selesaikan, tapi kalo ada yang butuh pendampingan psikolog kita kerjasama dengan DP3AP2KB Kepri,” tuturnya.

Dikatakan, Sri Kurnia, pihaknya sering mengedukasi mahasiswa bahwa kekerasan seksual bukan hanya dalam bentuk fisik. Secara verbal juga dapat di kategorikan kekerasan seksual, hal inilah yang hendaknya dapat di dipahami oleh mahasiswa.

“Kadang mereka hanya becanda, namun walaupun becanda tentunya dapat menyebabkan sakit hati dan harus di hindari,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....