Rudenim Tanjungpinang Raih Penghargaan atas Sinergi Keamanan Terintegrasi
- 23 Apr 2026 16:07 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat Tanjungpinang menerima penghargaan dari sejumlah stakeholder dalam kegiatan Forum Komunikasi Penanganan Deteni dan Pengungsi (FORKOPDENSI) pada Senin, 20 April 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Rudenim dalam memperkuat koordinasi keamanan dan ketertiban melalui implementasi strategi terintegrasi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari koordinasi keamanan dan ketertiban di lingkungan Rudenim Pusat Tanjungpinang. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen dalam membangun kolaborasi dan sinergitas antarinstansi terkait.
Kepala Rudenim Pusat Tanjungpinang, Rakha Sukma Purnama, menerima langsung penghargaan tersebut. Ia mengatakan, capaian ini merupakan hasil dari kerja sama lintas sektor dalam meningkatkan kesiapsiagaan operasional pengamanan deteni dan pengungsi.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor,” ujar Rakha Sukma Purnama, Kamis, 23 April 2026.
Raka menjelaskan, implementasi Strategi Manajemen Aman Rudenim Terintegrasi melalui SMART FORKOPDENSI. Hal ini, menjadi langkah strategis dalam menghadirkan sistem keamanan yang terkoordinasi dan berkelanjutan.
“Tetapi diwujudkan dalam aksi nyata peningkatan profesionalitas, kesiapsiagaan, serta penguatan sistem pengamanan Rudenim secara berkelanjutan,” ucapnya.
Kegiatan koordinasi tersebut dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau (Kepri), Guntur Sahat Hamonangan, serta dihadiri sejumlah pihak terkait. Diantaranya, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjungpinang, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Uban, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungpinang, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tanjungpinang, serta LAZNAS Yakesma Kepulauan Riau.
Dalam forum tersebut dilakukan penguatan kapasitas sumber daya manusia dan kesiapsiagaan petugas melalui berbagai materi strategis. Yaitu, pencegahan penyalahgunaan narkotika, peningkatan kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran, serta penguatan mental, integritas, dan disiplin petugas.
Rakha menambahkan, pengelolaan deteni dan pengungsi memerlukan pendekatan kolaboratif. Sehingga, harus melibatkan berbagai instansi guna menjaga stabilitas keamanan sekaligus menjunjung prinsip kemanusiaan.
“Pengelolaan deteni dan pengungsi membutuhkan sinergi antarinstansi agar keamanan tetap terjaga,” tuturnya.
Ia berharap, implementasi SMART FORKOPDENSI di Rudenim Pusat Tanjungpinang dapat menjadi model penguatan koordinasi keamanan detensi imigrasi berbasis sinergi. Selain itu, dapat mendorong tata kelola yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
”Saya berharap dapat menjadi model penguatan koordinasi keamanan detensi imigrasi berbasis sinergi antarinstansi,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....