BPMP Kepri Perkuat Mitigasi Bencana di Lingkungan SD dan SMP Tanjungpinang
- 22 Apr 2026 13:50 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kepulauan Riau (kepri) melaksanakan kunjungan ke sejumlah SD dan SMP di Kota Tanjungpinang. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan serta mitigasi bencana di lingkungan satuan pendidikan.
Kegiatan berlangsung pada 21 - 24 April 2026 dengan fokus memastikan program pendidikan kebencanaan berjalan optimal. Upaya ini juga diarahkan untuk meningkatkan perlindungan dan keselamatan peserta didik serta warga sekolah dari potensi risiko bencana.
“Kegiatan kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen BPMP Kepri dalam mendorong satuan pendidikan agar lebih siap menghadapi potensi bencana,” ujar Kasubbag BPMP Kepri, Roni Indra, Selasa, 21 April 2026.
Pada hari pertama, tim melakukan pemantauan di beberapa sekolah yang menjadi sasaran kunjungan. Sekolah tersebut di antaranya SDN 003 Tanjungpinang Timur, SDN 017 Tanjungpinang Timur, SDN 009 Tanjungpinang Timur, SMPN 07 Tanjungpinang, SMPN 16 Tanjungpinang, dan SMPN 12 Tanjungpinang.
“Pendidikan siaga kebencanaan bukan hanya sebatas pengetahuan, tetapi harus menjadi budaya di lingkungan sekolah,” katanya.
Pemantauan difokuskan pada implementasi prosedur kesiapsiagaan bencana yang telah diterapkan di masing-masing sekolah. Tim BPMP juga memberikan penguatan pemahaman kepada tenaga pendidik terkait langkah-langkah tanggap darurat.
“Kesiapsiagaan di sekolah sangat penting untuk meminimalisir dampak yang mungkin terjadi saat ada bencana,” tuturnya.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang dalam hal memfasilitasi dan koordinasi teknis. Kolaborasi ini dinilai penting agar program pendidikan kebencanaan dapat berjalan terarah dan berkelanjutan.
“Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah dan satuan pendidikan agar program ini terus berjalan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, BPMP Kepri berharap sekolah-sekolah semakin siap menghadapi potensi bencana di lingkungan masing-masing. Lingkungan belajar yang aman dan responsif diharapkan dapat tercipta bagi seluruh peserta didik.
“Tujuan akhirnya adalah terciptanya sekolah yang aman, tangguh, dan responsif terhadap bencana,” katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....