Perempuan Pesisir Bintan Kembangkan Mangrove Bernilai Ekonomi

  • 20 Apr 2026 20:22 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Bintan - Peran perempuan dalam pelestarian lingkungan pesisir terus menunjukkan dampak positif. Salah satunya ditunjukkan, seorang penggiat pembibitan mangrove di Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Iha, yang aktif menanam dan merawat mangrove bersama kelompok ibu-ibu di wilayahnya, Senin, 20 April 2026.

Dalam momentum peringatan Hari Kartini, Iha mengatakan, bahwa keterlibatan perempuan dalam menjaga mangrove bukan hanya sebatas kegiatan lingkungan. Namun, juga bagian dari upaya menjaga keberlangsungan hidup masyarakat pesisir.

“Saya ikut menanam mangrove bersama ibu-ibu yang lain, Alhamdulillah mangrove kami subur dan sehat,” ujar Iha.

Menurutnya, keberadaan mangrove sangat penting dalam menopang ekosistem pesisir. Selain melindungi pantai dari abrasi, mangrove juga menjadi habitat berbagai biota laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“Mangrove ini menjaga pantai kami, ikan, ketam, udang bisa hidup di situ, dan itu juga jadi sumber kehidupan kami,” ucapnya.

Iha menjelaskan, ketertarikannya terhadap mangrove berawal dari aktivitas sehari-hari sebagai masyarakat pesisir yang bergantung pada hasil laut. Ia pun turut aktif mengawasi kelestarian mangrove agar tidak dirusak.

“Saya ikut menjaga, jangan sampai ada yang menebang atau merusaknya,” tuturnya.

Dalam proses pembibitan dan penanaman mangrove, Iha meyebutkan, masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah gangguan hama dan faktor lingkungan yang menyebabkan sebagian bibit mati.

“Kadang ada yang busuk di dalam atau terkena hama seperti ketam, tapi tidak banyak, misalnya dari 1.200 bibit, hanya sebagian kecil yang mati,” katanya.

Ia menyoroti adanya potensi pencemaran dari limbah, seperti tumpahan minyak yang sesekali terjadi di wilayahnya. Di sisi lain, Iha merasakan manfaat ekonomi dari pengelolaan mangrove, selain menjual bibit yang sudah tumbuh, ia juga mengolah buah mangrove menjadi produk makanan.

“Alhamdulillah, saya sudah merasakan hasilnya, bibit yang besar dibeli orang, lalu buahnya saya olah jadi brownies mangrove,” katanya, menjelaskan

Produk olahan tersebut bahkan telah menjangkau pasar luar negeri seperti Singapura dan Malaysia. Iha berharap, ke depan pengelolaan mangrove di Bintan dapat terus berkembang dengan dukungan berbagai pihak.

“Harapan saya mangrove ini bisa lebih berkembang lagi dan semakin bagus ke depannya,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....