Lentera Permata Biru Dorong Generasi Muda Peduli Terhadap Lingkungan
- 02 Sep 2026 10:52 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Komunitas Lentera Permata Biru yang resmi berdiri pada April 2026 berfokus pada peningkatan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Meski tergolong baru, komunitas tersebut diperkuat sejumlah individu yang telah memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang konservasi.
Ketua Komunitas Lentera Permata Biru, Yusuf, mengatakan pihaknya ingin membangun kesadaran lingkungan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan generasi muda. Salah satu program yang dikembangkan yakni penanaman pohon secara rutin di lingkungan sekolah maupun kawasan permukiman.
“Kami memfokuskan kegiatan untuk penyadartahuan dan juga membangun rasa kepemilikan masyarakat terhadap lingkungan,” ujar Yusuf, Rabu, 2 September 2026.
Selain program penghijauan atau green carbon, Lentera Permata Biru juga memberikan perhatian terhadap ekosistem pesisir melalui pengembangan mangrove atau blue carbon. Menurut Yusuf, keberadaan mangrove di wilayah Kepulauan Riau memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus membuka peluang pengembangan ekowisata.
“Mangrove selain berfungsi menjaga abrasi juga bisa dikembangkan untuk ekowisata, karena secara ekologis menjadi tempat asuhan bagi ikan, kepiting, dan berbagai biota lainnya,” ucapnya.
Yusuf menilai generasi muda, khususnya pelajar SMP dan SMA, dapat dilibatkan secara aktif dalam kegiatan pelestarian mangrove. Melalui pemberian bibit dan kegiatan penanaman bersama, pelajar diharapkan tidak hanya memahami manfaat mangrove secara teori tetapi juga memiliki pengalaman langsung menjaga lingkungan.
“Kita ingin mengambil peran melalui anak-anak sekolah, mulai SMP sampai SMA, untuk kita berdayakan menanam mangrove dan bersama-sama menjaga lingkungan,” katanya.
Ia juga melihat pelestarian mangrove memiliki potensi ekonomi melalui konsep perdagangan karbon yang saat ini semakin berkembang. Karbon yang terserap dari ekosistem mangrove dapat dihitung berdasarkan luasan dan kemampuan penyerapan karbon sehingga memiliki nilai ekonomi di pasar karbon.
Yusuf berharap upaya pelestarian lingkungan dapat mendorong semakin banyak generasi muda untuk terlibat secara langsung dalam menjaga ekosistem di Kepulauan Riau. Menurutnya, menjaga lingkungan tidak hanya bertujuan mempertahankan kelestarian alam, tetapi juga dapat menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang.
“Intinya kita ingin memotivasi kalangan muda agar sadar menjaga lingkungan supaya tetap lestari, baik ekosistemnya maupun dari sisi nilai ekonominya,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....