Lingkungan dan Pola Asuh Berperan pada Faktor Pembentukan Karakter Anak
- 18 Apr 2026 14:50 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Kasus perundungan anak di lingkungan sekolah tidak selalu berakar dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Faktor pembentukan perilaku anak dinilai lebih kompleks dan dipengaruhi berbagai aspek lingkungan serta pola pengasuhan.
Psikolog, Mirta Yolanda, menjelaskan peran keluarga memang berpengaruh dalam perkembangan emosi dan perilaku anak. Namun, ia menilai tidak semua pelaku perundungan berasal dari latar belakang rumah tangga yang bermasalah.
“Tidak bisa disimpulkan bahwa pembullyan di sekolah itu sepenuhnya akibat KDRT di rumah,” ujar Mirta Yolanda, Sabtu, 18 April 2026.
Posisi anak sebagai pelaku maupun korban perundungan dipengaruhi kondisi psikologis yang berbeda. Setiap anak memiliki respons dan mekanisme pemulihan yang tidak sama terhadap pengalaman hidupnya.
“Semua kembali pada bagaimana anak memproses pengalaman yang ia alami di lingkungannya,” katanya.
Ia mengatakan pola pengasuhan orang tua turut membentuk karakter dan cara anak berinteraksi dengan lingkungan. Selain itu, tontonan dan pengaruh tontonan juga dapat memengaruhi cara berpikir serta perilaku anak dalam keseharian.
“Pola asuh orang tua dan lingkungan sekitar sangat berperan dalam pembentukan perilaku anak dalam kesehariannya,” tuturnya.
Mirta berharap pentingnya pendekatan menyeluruh dalam memahami kasus perundungan di sekolah. Ia berharap orang tua dan guru lebih peka melihat faktor-faktor pendukung yang memengaruhi kondisi psikologis anak.
“Kita perlu melihat penyebabnya perundungan secara utuh, banyak faktor yang yang mempengaruhi kondisi psikolog anak,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....