Dinkes Bintan Lakukan Penyelidikan Epidemiologi Dugaan Kasus Keracunan Makanan

  • 14 Apr 2026 08:44 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Bintan – Tim kesehatan Kabupaten Bintan, telah melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengidentifikasi penyebab dugaan kasus keracunan pangan. Dengan menelusuri sumber makanan yang diduga terkontaminasi dan jumlah korban terdampak.

Puluhan pasien yang mendapat perawatan di RSJKO Tanjung Uban, awalnya mengalami gejala, seperti mual, muntah, demam, serta diare. Dengan frekuensi lebih dari tiga kali sehari usai mengonsumsi makanan dari sumber yang sama, di Tanjung Uban, Minggu, 12 April 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, Retno Riswati, mengatakan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab telah diamankan dan dikirim untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut ke BPOM Batam. “Hasil penyelidikan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya,” kata Retno, Selasa, 14 April 2026.

Seluruh warga yang terdampak, kata Retno, dilaporkan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat. Untuk saat ini, warga yang terpapar berada dalam kondisi terpantau.

“Kita terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk rumah sakit dan puskesmas. Guna memastikan penanganan berjalan optimal serta mencegah kejadian serupa,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Bintan, mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan. Pastikan kebersihan dan kematangan makanan, menghindari makanan basi atau yang disimpan terlalu lama.

“Selanjutnya, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala keracunan. Supaya diketahui penyebab dan penindakan pengobatan,” ucapnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan menyatakan akan terus memberikan pembaruan informasi kepada masyarakat seiring perkembangan hasil investigasi yang sedang berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....