Kuliah Umum Perluas Akses Beasiswa Mahasiswa STAIN SAR Kepri

  • 11 Apr 2026 16:45 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Bintan – Dalam upaya memperluas akses informasi pembiayaan pendidikan dan beasiswa, STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri) terus memperkuat komitmennya melalui penyelenggaraan kuliah umum. Melibatkan, Ruchman Basori, Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kegiatan yang digelar di lingkungan kampus STAIN SAR Kepri ini dihadiri mahasiswa penerima KIP Kuliah, dosen, serta tenaga kependidikan.

Dalam pemaparannya, Ruchman Basori, menegaskan komitmen pemerintah melalui Kementerian Agama dalam memperluas akses pendidikan tinggi keagamaan yang inklusif dan berkeadilan. Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang terus diperluas jangkauannya agar semakin banyak mahasiswa dapat merasakan manfaatnya.

“Program KIP Kuliah menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan bahwa mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi tetap memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan,” ujar Ruchman Basori, Sabtu, 11 April 2026.

Tidak hanya itu, mahasiswa penerima KIP Kuliah STAIN SAR Kepri juga mendapatkan informasi terkait berbagai peluang beasiswa lanjutan. Di antaranya adalah kesempatan melanjutkan studi ke jenjang S2 dan S3, baik di dalam maupun luar negeri, melalui program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) serta Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama RI.

“Melalui LPDP dan Beasiswa Indonesia Bangkit, mahasiswa memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan hingga jenjang magister dan doktoral, baik di dalam maupun luar negeri,” ucapnya.

Menariknya, kegiatan ini juga diisi dengan kehadiran alumni STAIN SAR Kepri yang memberikan buku tafsir Juz Amma dalam bentuk pantun. Salah satu alumni yang juga Duta pantun, Khairil Ramadan, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa penerima KIP Kuliah tidak hanya dituntut untuk berprestasi secara akademik, tetapi juga mampu berkarya.

“Ini bukti bahwa mahasiswa penerima KIP harus berprestasi dan berkarya, tidak hanya secara akademik tetapi juga dalam bidang seni dan budaya,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....