Sebanyak 72 Persen SNBP FK UMRAH Diisi Putra Daerah

  • 02 Apr 2026 16:19 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) kembali menorehkan capaian strategis dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026. Sebanyak 18 dari total 25 kuota mahasiswa baru Fakultas Kedokteran UMRAH atau setara 72 persen berhasil diisi oleh putra daerah Provinsi Kepulauan Riau.

Rektor UMRAH, Agung Dhamar Syakti, mengatakan capaian ini merupakan langkah penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang kesehatan, khususnya dari daerah sendiri. “Ke-18 calon mahasiswa ini merupakan putra daerah yang memiliki kualitas dan prestasi yang baik.

" Mereka adalah calon dokter masa depan yang diharapkan mampu mengabdi serta menjawab kebutuhan tenaga medis di Kepulauan Riau,” ucap Agung Dhamar Syakti, Kamis, 2 Maret 2026.

Menariknya, para calon mahasiswa yang diterima tersebut berasal dari 7 kabupaten/kota se-Kepri dan telah melalui proses seleksi dengan persyaratan yang sangat ketat, baik dari aspek akademik maupun rekam jejak prestasi. Hal tersebut dikuatkan lagi dengan posisi peringkat ke-2 dari 25 orang yang lolos SNBP di FK UMRAH diisi oleh siswa asal Kabupaten Anambas.

Sebagai bentuk dukungan terhadap putra daerah berprestasi, UMRAH juga membuka jalur afirmasi dengan kuota untuk 2 orang terbaik dari masing-masing Kabupaten/Kota se-Kepri. Hal tersebut merupakan apresiasi khusus bagi calon mahasiswa terbaik di daerah.

Sebagai contoh, bagi calon mahasiswa peraih peringkat pertama asal Kota Tanjungpinang yang diterima di FK UMRAH akan mendapatkan beasiswa penuh hingga menyelesaikan studi, dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh UMRAH dan Pemko Tanjungpinang. Sebanyak 4 dari 18 orang yang lolos tersebut merupakan peserta SNBP asal Kepri yang memiliki nilai unggul dengan rata-rata nilai rapor diatas 96 dan tentunya telah bersaing secara nasional.

“Jalur afirmasi hadir untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah, khususnya dari wilayah yang memiliki keterbatasan akses pendidikan, agar dapat masuk ke program studi strategis seperti kedokteran,” ujarnya.

Provinsi Kepulauan Riau yang merupakan wilayah kepulauan dengan karakteristik daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) masih menghadapi tantangan dalam pemerataan tenaga medis. Keterbatasan jumlah dokter, distribusi yang belum merata, serta akses layanan kesehatan di wilayah pulau-pulau menjadi isu yang perlu segera diatasi.

Melalui penerimaan mahasiswa kedokteran dari putra daerah, UMRAH diharapkan dapat berkontribusi dalam mencetak dokter-dokter yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki kedekatan sosial dan komitmen untuk kembali mengabdi di daerah asalnya. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kebijakan afirmasi dalam pendidikan tinggi mampu menciptakan peluang yang lebih adil sekaligus menjawab kebutuhan strategis daerah, khususnya di sektor kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....