Budaya Melayu Warnai Tradisi Halalbihalal di Kota Tanjungpinang

  • 31 Mar 2026 17:51 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Tradisi Halalbihalal di Tanjungpinang memiliki ciri khas yang kuat karena berpijak pada nilai adat Melayu yang berakar dari ajaran agama Islam. Hal ini terlihat dari cara pelaksanaannya yang menekankan etika pergaulan, kesopanan, serta batas-batas interaksi sesuai kaidah syariat.

Budayawan Muda Kepulauan Riau, Rendra Setiadiharja, menjelaskan Halalbihalal tidak sekadar ajang berkumpul, tetapi harus dipahami sebagai ruang silaturahmi dalam bingkai keislaman. Nilai menjaga aurat, adab pergaulan, serta menghindari interaksi berlebihan menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

“Halalbihalal orang Melayu itu harus dilaksanakan sesuai kaidah silaturahmi dalam Islam dan harus tetap menjaga etika adat Melayu,” kata Rendra Setiadiharja, Selasa, 31 Maret 2026.

Ia menambahkan ciri khas lainnya terlihat dari sajian kuliner yang dihidangkan dalam setiap pertemuan. Beragam kuliner khas Melayu biasanya dihadirkan sesuai latar belakang kampung halaman.

“Biasanya orang akan menghadirkan makanan khas dari kampungnya saat Halalbihalal,” tuturnya.

Menurutnya, kehadiran makanan khas tersebut tidak hanya memperkaya suasana kebersamaan, tetapi juga membangkitkan ingatan terhadap kampung halaman. Hal ini menjadi pengobat rindu bagi perantau yang sudah lama tidak pulang ke daerah asalnya.

“Momentum ini bisa mengingatkan orang pada kampung halamannya melalui kuliner yang dihidangkan,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....