BMKG Ungkap 300 Hotspot Terjadi di Bintan Tiga Bulan
- 27 Mar 2026 21:53 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang-Bintan mencatat sebanyak 42 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Pulau Bintan dalam satu hari, berdasarkan data per 25 Maret 2026. Jumlah ini menjadi yang tertinggi dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Kepala BMKG Tanjungpinang-Bintan, Ahmad Kosasih, menyebutkan, sebaran hotspot tersebut paling banyak ditemukan di wilayah Sebong Pereh sebanyak 14 titik, disusul Gunung Kijang 11 titik, Toapaya Asri 6 titik, serta beberapa wilayah lainnya di Kabupaten Bintan.
”Data yang terupdate di 25 Maret 2026 itu ada sekitar 42 titik hotspot,” ujar Ahmad Kosasih, Jumat, 27 Maret 2026.
Menurutnya, tingginya jumlah hotspot di Pulau Bintan dipengaruhi oleh kondisi cuaca kering yang berlangsung cukup lama. Ia menyebut, sejumlah wilayah di Kabupaten Bintan bahkan telah mengalami hari tanpa hujan hampir selama 30 hari terakhir.
“Ditambah dengan kondisi angin yang cukup kencang, api menjadi lebih cepat menyebar dan sulit dikendalikan,” ucapnya.
Kosasih menjelaskan, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), jumlah hotspot di Kabupaten Bintan dalam tiga bulan terakhir telah mencapai sekitar 300 titik. Angka tersebut mendekati total hotspot dalam satu tahun yang biasanya berkisar di angka 400 titik.
”Selama 3 bulan itu di posisi 300 sekian hotspot yang sudah terjadi di Pulau Bintan,” tuturnya.
Sehingga, kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan aktivitas hotspot dalam waktu singkat. BMKG pun mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang mengalami kekeringan panjang.
BMKG Tanjungpinang-Bintan mengimbau masyarakat, untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Yaitu tidak membuka lahan dengan cara dibakar, mengingat kondisi lingkungan yang sangat rentan terhadap api.
”Kelembaban tanahnya turun, jadi di sekitar situ kan pasti kering vegetasinya artinya mudah terbakar dan dapat menyulut api,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....