Target 21 Titik Listrik, Prioritas Desa Lebih Dulu

  • 26 Mar 2026 14:17 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Lingga - Program peningkatan listrik 24 jam di wilayah pulau terus digodok, dengan 21 titik baru masuk dalam rencana pengembangan. Namun, realisasinya dipastikan tidak akan sekaligus dan akan berjalan bertahap hingga 2027.

Tahun 2026 menjadi tahap awal pelaksanaan program tersebut. PLN memilih fokus lebih dulu pada fasilitas vital di tingkat desa sebelum menyentuh seluruh permukiman.

Kepala PLN Dabo Singkep, Suheri, menyebut prioritas awal menyasar kantor desa, puskesmas, dan sektor pendidikan. Langkah ini diambil agar layanan dasar masyarakat tetap berjalan optimal.

“Tahun ini kita fokus dulu di tingkat desa seperti kantor desa, puskesmas, dan pendidikan,” kata Suheri, Kamis 26 Maret 2026.

Ia menyebut pengembangan akan dilakukan bertahap ke seluruh wilayah. Menurutnya, 21 titik tersebut merupakan titik baru dalam perencanaan pengembangan listrik.

"Program ini akan berlanjut secara bertahap hingga tahun 2027 sesuai kemampuan yang ada," ujarnya.

Ia juga memastikan wilayah baru tetap akan diperhatikan. Jika ada pulau yang dihuni masyarakat, maka akan dimasukkan dalam rencana pengembangan berikutnya.

“Kalau ada pulau baru yang ada masyarakatnya, pasti akan kita masukkan,” katanya.

Ia menyebut prinsip pemerataan tetap menjadi acuan utama. Sebelumnya, beberapa desa sudah lebih dulu menikmati listrik 24 jam sejak 2025, seperti Desa Benan dan Desa Posek menjadi contoh wilayah yang telah terealisasi.

“Listrik 24 jam itu memang wajib, tapi kita jalankan bertahap sesuai kemampuan keuangan dan teknis,” tuturnya.

Ia menekankan proses ini bukan soal janji, melainkan kesiapan sistem. Dengan skema tersebut, masyarakat diminta bersabar menunggu giliran.

"Kita memastikan seluruh wilayah pada akhirnya akan mendapatkan layanan listrik penuh selama 24 jam," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....