Kekeringan Bintan Ganggu Air Bersih Ribuan Warga Terdampak
- 25 Mar 2026 16:21 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Bintan – Kekeringan yang melanda Kabupaten Bintan menyebabkan pasokan air bersih terganggu signifikan. Kondisi ini dipicu kemarau panjang dan minimnya curah hujan sejak awal tahun, sehingga volume air di waduk sumber baku terus menyusut, bahkan satu di antaranya dilaporkan kering.
Berdasarkan data BMKG, kekeringan meteorologis di Pulau Bintan tercatat berulang sejak 1997, termasuk pada 2010, 2014, 2015, 2019, 2020, dan kembali terjadi pada 2026. Kondisi tahun ini disebut mirip dengan kekeringan parah pada 1997 dan 2015.
Secara geografis, Bintan memang memasuki periode curah hujan rendah pada Februari hingga Maret. Namun, kondisi tahun ini lebih ekstrem sehingga berdampak pada waduk dan sumber air tanah warga.
Bupati Bintan, Roby Kurniawan, meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) segera melakukan penyaluran air bersih. Langkah ini ditujukan untuk membantu warga yang terdampak kekeringan.
“Kita bagi OPD untuk bertanggung jawab di masing-masing kecamatan. Data warga terdampak harus segera diperbarui dan penyaluran air disusun dengan baik,” ujar Roby dalam rapat koordinasi Rabu 25 Maret 2026.
Penyaluran air bersih akan memanfaatkan sarana yang ada serta dukungan pihak swasta. Pemerintah daerah juga mendorong pemanfaatan sumber air alternatif sebagai langkah jangka pendek.
Data BPBD Bintan mencatat sebanyak 24.479 kepala keluarga terdampak kekeringan. Kondisi ini terjadi hampir di seluruh kecamatan, kecuali Kecamatan Mantang dan Tambelan.
Selain distribusi air bersih, pemerintah daerah juga mempertimbangkan modifikasi cuaca. Roby turut mengajak masyarakat melaksanakan salat istisqa sebagai ikhtiar memohon hujan.
“Upaya kita lakukan dari berbagai sisi, mulai dari distribusi air, kemungkinan modifikasi cuaca, hingga doa bersama,” ucapnya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....