Dinkes: Tidak Ada Lonjakan Campak di Tanjungpinang

  • 12 Mar 2026 08:24 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang memastikan hingga saat ini tidak terjadi lonjakan kasus campak di wilayah Tanjungpinang. Kondisi ini dinilai tidak terlepas dari partisipasi masyarakat yang terus memberikan imunisasi kepada anak-anak mereka.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam, mengatakan kesadaran orang tua dalam membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan imunisasi menjadi faktor penting dalam mencegah penyebaran campak. Pemerintah terus mengimbau para orang tua yang memiliki bayi agar tidak melewatkan kesempatan imunisasi yang tersedia di berbagai fasilitas kesehatan, seperti puskesmas maupun posyandu.

“Ini tentu tidak lepas dari partisipasi masyarakat yang memberikan imunisasi bagi buah hatinya,” ujar Rustam, Kamis 12 Maret 2026.

Rustam menjelaskan, imunisasi campak merupakan salah satu program pemerintah yang diberikan kepada anak pada usia tertentu. Dosis pertama diberikan saat anak berusia 9 bulan sebagai upaya perlindungan awal terhadap penyakit tersebut.

Selanjutnya, imunisasi campak diberikan kembali melalui dosis penguat atau booster pada usia 15 hingga 18 bulan. Sementara dosis ketiga diberikan saat anak berusia 5 hingga 7 tahun atau ketika memasuki kelas 1 sekolah dasar.

“Imunisasi campak diberikan dalam tiga dosis utama,” ucapnya.

Rustam menegaskan, vaksin campak yang diberikan dalam program imunisasi relatif aman bagi anak-anak. Efek samping yang muncul biasanya ringan, seperti demam ringan, dan merupakan hal yang wajar setelah imunisasi.

“Tidak ada kesalahan dan tidak menimbulkan efek samping yang berat bagi anak-anak,” tuturnya.

Rustam menyebutkan, pentingnya imunisasi lengkap bagi anak, karena selain campak terdapat berbagai jenis vaksin lain yang diberikan sesuai usia. Beberapa di antaranya seperti imunisasi hepatitis B saat bayi baru lahir, serta vaksin lain untuk mencegah penyakit seperti polio, pertusis, hingga diare berat.

”Macam-macam imunisasi yang bisa diperoleh oleh anak,” katanya.

Ia menambahkan, layanan imunisasi bagi bayi dan balita tersedia setiap bulan di posyandu maupun puskesmas. Sehingga, orang tua juga dapat memantau jadwal imunisasi anak melalui buku kesehatan ibu dan anak yang diberikan oleh petugas kesehatan.

”Setiap bulan ada, tapi tentu untuk anak ini kan ada jadwalnya sendiri sesuai dengan umur mereka,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....