Secara Bulanan Kepri Mengalami Inflasi Sebesar 0,44 Persen, pada Bulan Februari

  • 04 Mar 2026 09:03 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat secara month to month (m-to-m) pada bulan Februari 2026 Kepri mengalami inflasi. Inflasi Kepri pada bulan Februari 2026 sebesar 0,44 persen jika dibandingkan dengan inflasi bulan Januari 2026.

Kepala BPS Kepri, Toto Haryanto Silitonga, dalam rilisnya mengatakan inflasi yang terjadi pada bulan Februari 2026 disebabkan terjadi kenaikan Indek Harga Konsumen Kepri pada bulan Februari 2026 dibandingkan dengan bulan Januari 2026. IHK Kepri pada bulan Januari 2026 sebesar 110, 98, pada bulan Februari meningkat menjadi 111,47 persen.

“Secara m-to-m pada bulan Februri 2026 seluruh Kabupaten/ Kota IHK di kepri mengalami Inflasi. Inflasi terdalam di Kota Tanjungpinang sebesar 0,99 persen, diikuti Kota Batam, 0,40 persen dan Kabupaten Karimun 0,01 persen,” ucap Toto Haryanto, Selasa, 3 Maret 2026.

Adapun kelompok penyumbang inflasi tertinggi secara m-to-m pada bulan Februari 2026 pertama perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi sebesar 2,1 persen dengan andil inflasi sebesar 0,16 persen

Kemudian kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil inflasi sebesar 0,4 persen dengan andil inflasi sebesar 0,11 persen. Penyedia makanan, minuman dan restoran dengan inflasi sebesar 0,87 persen dengan andil inflasi sebesar 0,08 persen.

Komoditas penyumbang inflasi bulanan tertinggi antara lain emas perhiasan dengan andil inflasi sebesar 0,15 persen. Nasi dengan lauk dengan andil sebesar 0,07 persen, Angkutan udara, beras, serta cabai merah memberikan andil masing-masing 0,04 persen dan kangkung dengan andil inflasi sebesar 0,03 persen.

Adapun komoditas yang memberikan andil deflasi bulanan atau yang mengalami penurunan harga, bensin dan bawang merah memberikan andil masing-masing sebesar -0,05 persen. Telur ayam beras dengan andil sebesar

-0,04 persen.

“Kemudian komoditas yang mengalami deflasi Buncis dan daging ayam ras dengan andil sebesar -0,03 persen dan Sawi Putih dengan andil sebesar - 0,02 persen,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....