Kelapa Dalam Kawal Diusulkan Menjadi Potensi Indikasi Geografis
- 28 Feb 2026 11:50 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Upaya melindungi sekaligus mengangkat nilai ekonomi komoditas lokal terus dilakukan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Riau. Kali ini, fokus diarahkan pada potensi Indikasi Geografis (IG) Kelapa Dalam yang tumbuh di Kelurahan Kawal, Kabupaten Bintan.
Tim dari Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual turun langsung ke sentra perkebunan untuk memetakan karakteristik khas yang menjadi pembeda kelapa tersebut dengan varietas lain. Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Bobby Briando, memimpin langsung kegiatan inventarisasi lapangan.
“Inventarisasi ini penting untuk memastikan bahwa karakter unik Kelapa Dalam Kawal benar-benar terdokumentasi secara ilmiah dan administratif,” kata Bobby Briando, Jumat 27 Februari 2026.
Dari hasil peninjauan bersama petani generasi ketiga, Muhammad Saidi, terungkap bahwa Kelapa Dalam Kawal tumbuh secara alami tanpa pupuk kimia. Pohon-pohon kelapa memanfaatkan kondisi ekosistem pasang surut serta kandungan garam alami dari wilayah pesisir.
Faktor lingkungan inilah yang diyakini memberi cita rasa dan kualitas berbeda. Secara kuantitas dan mutu, satu butir kelapa mampu menghasilkan sekitar 8 ons daging murni dengan santan yang lebih pekat.
Di pasaran, harga jualnya relatif stabil, berkisar Rp7.000 hingga Rp9.000 per butir. Bahkan, terdapat pohon berusia sekitar 60 tahun yang masih produktif.
“Karakteristik inilah yang menjadi kekuatan utama untuk didaftarkan sebagai Indikasi Geografis,” ujar Bobby.
Ke depan, Kanwil Kemenkum Kepri akan mendampingi kelompok tani dalam penyusunan dokumen deskripsi produk serta kelengkapan administratif, termasuk mendorong penetapan Pohon Induk Terpilih (PIT) sebagai data pendukung. Pendaftaran IG diharapkan mampu melindungi reputasi Kelapa Dalam Kawal dari persaingan tidak sehat dan klaim pihak lain, sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal Bintan di pasar nasional bahkan internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....