Kantor Bahasa Kepri, Fokus Lestarikan Bahasa Daerah

  • 22 Feb 2026 14:34 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kantor Bahasa Kepri tetap fokus dalam pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari ekosistem literasi. Berdasarkan peta bahasa yang dimiliki, terdapat satu bahasa asli di Kepri yakni Bahasa Melayu dengan 24 dialek yang tersebar di tujuh kabupaten/kota.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Titik Wijanarti, menjelaskan, pada 2025 hingga 2026 pihaknya akan melakukan pemutakhiran peta bahasa Melayu. Hal ini berpotensi, untuk menemukan dialek atau varian baru yang berkembang di tengah masyarakat.

”Mulai 2025 dan 2026 ini nanti kami akan melakukan pemutahiran peta bahasa Melayu,” ujar Titik Wijanarti, Minggu, 22 Februari 2026.

Titik mengatakan, upaya revitalisasi Bahasa Melayu juga dilakukan melalui program berbasis sekolah yang telah berjalan sejak 2024. Program ini menyasar siswa SD dan SMP di tujuh kabupaten/kota di Kepri, dengan tujuan meningkatkan daya hidup bahasa daerah di kalangan generasi muda.

”Kami ada program revitalisasi bahasa Melayu yang itu berbasis sekolah,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga mengembangkan produk penerjemahan dwibahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu. Produk tersebut diharapkan dapat mendukung penguatan literasi berbasis bahasa daerah.

“Melalui produk penerjemahan ini dapat menjadi dukungan untuk literasi dengan berbasis bahasa daerah,” tuturnya.

Titik menambahkan, dalam konteks literasi digital, literasi saat ini tidak lagi sebatas kemampuan membaca dan menulis. Namun, lebih dari itu, dimana siswa harus mampu berpikir kritis serta memilah dan memilih informasi di ruang siber.

“Dengan begitu, mereka bisa menyaring informasi yang begitu mudah diakses dari berbagai platform digital,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....