Kebun Cabai Dosen Tanjungpinang Hasilkan Jutaan Rupiah

  • 19 Feb 2026 11:04 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Seorang Dosen Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Desrian Effendi, berhasil menyulap lahan terbatas menjadi kebun cabai rawit yang produktif di Jalan Rajawali, Kelurahan Pinang Kencana, Kota Tanjungpinang. Setiap harinya ia bisa memanen cabai hingga ber kilogram, Kamis, 19 Februari 2026.

Effendi mengatakan, meski berprofesi sebagai pengajar, ia tidak menemukan hambatan dalam mengelola kebunnya. Baginya, bertani adalah strategi jitu untuk menjaga ketahanan ekonomi keluarga di tengah isu krisis global.

”Untuk keluarga pertama, seandainya nanti berlebih, ya bisa jadi penghasilan untuk harian,” ujar Desrian Effendi.

Effendi menjelaskan, keberhasilan sebagai petani tidak lepas dari kemajuan teknologi. Dimana ia mempelajari teknik menanam cabai melalui platform Youtube secara mandiri.

"Saya belajar dari YouTube, semua tutorial ada di sana, tapi kita harus pilih-pilih yang sesuai dengan kondisi tempat kita," ucapnya.

Effendi menyebutkan, lahannya seluas kurang lebih 15 x 15 meter, dan menanam cabai sekitar 400 batang cabai rawit. Ia mengaku baru pertama kali mencoba menanam cabai rawit, namun dalam 2 minggu terakhir telah berhasil memanen cabai setiap harinya.

Untuk seharinya, Effendi bisa memanen cabai rawit sebanyak 1 kilogram, dengan harga pasar Rp. 50,000,- hingga Rp. 70,000,- per kilogram, dalam 1 bulan bisa menghasilkan tambahan sekitar Rp. 1,5 Juta. Selain itu, hanya membutuhkan waktu 2 jam sehari dalam merawat cabai tersebut, yaitu 1 jam menyiram dan 1 jam memanen.

”Hanya membutuhkan waktu 2 jam sehari, 1 jam menyiram dan 1 jam memanen,” tuturnya.

Ia menambahkan, merawat cabai rawit relatif lebih mudah bagi pemula dibandingkan cabai merah. Ia mengajak kepada masyarakat, untuk bisa mandiri secara finansial dan aman secara ekonomi, yaitu harus memiliki 3 pendapatan, tahunan, bulanan, dan harian, sehingga harian tersebut bisa didapatkan melalui menanam cabai.

"Menuju 2030 yang diprediksi akan terjadi krisis global, kita harus mandiri secara finansial," katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....