Januari 2026, 45 Kebakaran Landa Tanjungpinang
- 03 Feb 2026 14:38 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Musim Kemarau beserta angin utara di bulan Januari 2026 telah menyebabkan kebakaran di Kota Tanjungpinang. Salah satunya, terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karthula) di berbagai wilayah.
Kasi Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan DPKP Tanjungpinang, Dery Ambary, mengungkapkan bahwa sepanjang bulan Januari 2026 terjadi 45 kasus kebakaran. Hal ini terdiri dari 42 kasus kebakaran lahan, 1 kebakaran rumah, dan 2 kebakaran gudang.
”Dari tanggal 1 sampai 31 Januari 2026 itu ada 45 kasus kebakaran,” ujar Dery Ambary, Selasa 3 Februari 2026.
Dery menyebutkan, kebakaran lahan sepanjang Januari 2026 rata-rata disebabkan oleh masyarakat membakar sampah. Selain itu kebakaran rumah yang terjadi pada 16 Januari 2026 di sebabkan oleh konsleting listrik.
”Kalau yang lahan rata-rata orang bakar sampah,” ucapnya.
Dalam memadamkan api pihak DPKP memerlukan waktu hingga 5 sampai 6 jam per 1 lokasi. Sehingga total lahan yang terbakar sepanjang Januari 2026 mencapai kurang lebih 35 hektare.
”Kebakaran lahan kalau di total sampai dengan akhir Januari itu lebih kurang sekitar 35 hektare,” tuturnya.
Untuk persiapan armada, Dery menjelaskan bahwa saat ini terdapat 5 unit armada mobil damkar yang berfungsi, dimana masing-masing pos memiliki armadanya. Seperti pos Suka Berenang memiliki 2 unit, pos Dompak 1 unit, pos Bintan Center 1 unit, dan pos Senggarang 1 unit.
“Kalau armada saat ini lima armada yang berfungsi, masing-masing pos ada satu,” katanya.
Untuk sumber air, saat ini DPKP mengalami kesulitan akibat musim kemarau. Sehingga untuk supply air, DPKP meminta bantuan kepada BPBD Provinsi Kepri dan Kota Tanjungpinang.
”Jadi kami terus minta bantuan nih sama BPPBD provinsi dan BPPBD kota,” ujarnya.
Ia menambahkan, terkait himbauan, DPKP telah memberikan surat himbauan kepada kelurahan untuk tidak membuat lahan dengan cara dibakar ataupun membakar sampah. Ia mengingatkan masyarakat, dalam kondisi cuaca panas dan angin kuat agar tidak melakukan aktivitas membakar sampah, karena dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko yang lebih besar lagi.
”Kita mengingatkan masyarakat tidak melakukan pembakaran di mana pun, baik sampah maupun buka lahan,” katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....