Aktivitas Pembakaran Limbah Batok Kelapa Dikeluhkan Warga SKL
- 04 Jun 2026 10:47 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Bintan - Warga Kecamatan Seri Kuala Lobam (SKL), Kabupaten Bintan, mengadukan aktivitas pembakaran limbah batok kelapa di salah satu lahan perusahaan yang dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat. Keluhan tersebut disampaikan dalam kegiatan dialog interaktif edukasi dan literasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang digelar kolaborasi AJI Tanjungpinang dan BPBD Bintan di Aula Kantor Camat Seri Kuala Lobam, Rabu 3 Juni 2026.
Kepala BPBD Bintan, Ramlah, mengatakan persoalan asap yang berasal dari pembakaran limbah batok kelapa menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian dalam forum tersebut. Menurutnya, permasalahan tersebut dibahas karena dinilai berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar.
“Warga menyampaikan adanya pembakaran limbah batok kelapa yang sudah mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi. Hal ini akan segera kami sampaikan kepada pimpinan,” kata Ramlah, Rabu 3 Juni 2026.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bintan akan menindaklanjuti laporan tersebut melalui koordinasi lintas sektor. Tim terkait juga akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan legalitas dan kelengkapan izin pengelolaan limbah yang dimiliki perusahaan.
“Perlu dilakukan pemeriksaan apakah perusahaan tersebut telah memiliki izin yang sesuai terkait pengelolaan maupun pemusnahan limbah. Tim akan turun langsung ke lokasi untuk melakukan verifikasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan lapangan akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah dan solusi yang tepat guna mengatasi keluhan masyarakat. Selain membahas persoalan limbah, kegiatan tersebut juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai upaya pencegahan dan mitigasi bencana, khususnya banjir serta kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bintan.
“Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan edukasi dan literasi karhutla ini. Mudah-mudahan berbagai persoalan kebencanaan di Seri Kuala Lobam dapat diantisipasi dengan lebih baik ke depan,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....