Pemprov Kepri Pantau Stok Pangan dan Transportasi jelang Lebaran
- 13 Mar 2026 14:39 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) memastikan ketersediaan bahan pangan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi dalam kondisi aman. Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura bersama sejumlah instansi terkait melakukan pemantauan langsung terhadap stok pangan dan kesiapan transportasi, termasuk di gudang Bulog Tanjungpinang.
Nyanyang mengatakan, pihaknya bersama Dinas Ketahanan Pangan serta instansi terkait memastikan stok bahan pokok tersedia untuk beberapa bulan ke depan. Pemerintah juga memantau distribusi pangan agar tetap lancar hingga ke wilayah kepulauan.
“Alhamdulillah. Tiga bulan ke depan masih tersedia,” ujar Nyanyang Haris Pratamura, Jumat, 13 Maret 2026.
Nyanyang menyebutkan, berdasarkan hasil pengecekan di Bulog, persediaan beras di Kepri masih mencukupi. Saat ini terdapat sekitar 110 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang tersedia, serta sekitar 2.100 ton stok yang telah dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
“Ada 2.100 ton yang sedang kita persiapkan,” ucapnya.
Menurutnya, stok tersebut diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan, termasuk untuk wilayah Lingga, Anambas, Karimun, Natuna, serta Kota Tanjungpinang. Pemerintah juga memastikan distribusi bahan pokok tetap diprioritaskan, terutama menjelang arus mudik Lebaran.
Selain itu, Pemprov Kepri juga memantau kesiapan transportasi dan konektivitas antarpulau. Hal ini dilakukan untuk memastikan distribusi logistik serta mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik berjalan lancar tanpa kendala.
”Pengiriman di luar daerah, selagi itu bahan pokok, itu harus diprioritaskan,” tuturnya.
Kepala Bulog cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, mengatakan saat ini cadangan beras di bulog Tanjungpinang ada sekitar 2100 ton. Diakuinya pada bulan ramadan ini memang terjadi lonjakan permintaan terhadap beras SPHP.
Maka, pihaknya beraharap masyarakat untuk tidak panik buying atau membeli dalam jumlah yang banyak. Karena stok yang ada mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kita harapkan masyarakat janga panik buying, ya karena stok di Bulog, teritama untuk beras SPHP masih mencukupi,” ujar Arief Alhadihaq.
Meski pihaknya, mensuport kegiatan GPM Pemerintah Provinsi Kepri, Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, tidak mempenagruhi distribusi terhadap mitra RPK dan ritel modern.
Nyanyang menjelaskan, pemerintah melalui Dinas Perhubungan melakukan pengawasan terhadap operasional pelabuhan dan penerapan standar operasional prosedur (SOP) di sejumlah pelabuhan, seperti Pelindo, BP Batam, serta pelabuhan Roro. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi permasalahan selama masa angkutan Lebaran.
”Makanya kita lihat SOP dari masing-masing pelabuhan,” ujarnya.
Terkait kebutuhan minyak goreng, pemerintah provinsi juga akan berkoordinasi dengan pihak distributor agar pasokan ke seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau tetap terjaga. Nyanyang memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok.
“Insyaallah stok pangan cukup untuk tiga bulan ke depan, jadi masyarakat tidak perlu panik,” katanya.
Ia menambahkan, terkait tingginya antusiasme masyarakat pada kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) daging segar, pemerintah provinsi akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait. Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menyalurkan bantuan pangan serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat.
”Kita mendorong bagaimana dengan sembako murah ini bisa tersalurkan dan cepat diserap oleh masyarakat untuk dikonsumsi,” katanya, mengakhiri.