Gibah dan Fitnah Bisa Hanguskan Pahala Puasa

  • 08 Mar 2026 11:09 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kesadaran bahwa Allah senantiasa mengawasi setiap gerak-gerik hamba-Nya atau muraqabatullah menjadi benteng utama dalam mengelola ucapan selama menjalani ibadah puasa. Tanpa kontrol diri yang kuat, lisan yang seharusnya menjadi ladang pahala bisa berbalik menjadi sumber bencana yang menghanguskan nilai spiritual seseorang.

Ketua BKMT Kecamatan Bukit Bestari, Ustazah Laila, menjelaskan bahwa lisan ibarat pedang bermata dua yang bisa membawa pemiliknya ke surga atau justru menjerumuskannya ke dalam dosa. Ia menekankan bahwa anggota tubuh harus senantiasa dijaga agar hanya melakukan hal-hal yang diridai oleh Allah SWT selama bulan suci ini.

“Lisan adalah nikmat terbesar yang Allah berikan karena dengannya kita bisa berzikir dan membaca Al-Qur'an, namun ia juga bisa menjadi senjata yang menghancurkan pahala kita,” ujar Ustazah Laila, dalam program Kawan Celoteh Spesial Ramadan di Pro 4 RRI Tanjungpinang, Sabtu, 7 Maret 2026.

Gibah atau menggunjing diibaratkan dalam Al-Qur'an seperti seseorang yang tega memakan bangkai saudaranya sendiri yang telah meninggal dunia. Meskipun hal yang dibicarakan adalah fakta atau kebenaran, tindakan membeberkan aib orang lain tetap dikategorikan sebagai perbuatan yang sangat menjijikkan.

“Justru menceritakan kekurangan yang memang benar terjadi pada seseorang itulah yang disebut gibah, sementara jika hal itu tidak benar maka ia jatuh pada fitnah,” tuturnya.

Fitnah dinilai lebih kejam dari pembunuhan karena dampaknya tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghancurkan reputasi serta masa depan seseorang. Dampak dari fitnah bisa menyebar luas di masyarakat dan merusak hubungan silaturahmi yang telah lama terjalin antar sesama manusia.

Agar terhindar dari dosa lisan, umat Islam disarankan agar menerapkan tiga filter penyaring sebelum berbicara, yaitu memastikan informasi tersebut benar, baik untuk disampaikan, dan perlu dibicarakan. Mengisi waktu luang dengan target tilawah serta memperbanyak selawat juga menjadi cara ampuh agar lidah tidak sempat membicarakan urusan orang lain.

“Jika kita memiliki target ibadah yang jelas, maka lisan kita akan sibuk dengan kebaikan sehingga tidak ada waktu lagi untuk mencari-cari kesalahan sesama,” katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....