Pembuktian Maroko: Keberhasilan di Qatar, Keberuntungan atau Kekuatan Baru?
- 09 Jun 2026 12:49 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Tim nasional Maroko datang ke Piala Dunia 2026 dengan status yang berbeda dibandingkan dengan seri tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya mereka hanya dianggap sebagai kuda hitam dari Afrika, saat ini tim yang dijuluki dengan nama "Singa Atlas"datang ke turnamen sebagai salah satu tim yang paling diperhitungkan. Hal tersebut, tidak lepas dari pencapaian mereka pada Piala Dunia 2022 di Qatar, ketika mereka berhasil mencetak sejarah sebagai negara Afrika pertama yang berhasil mencapai babak semifinal di Piala Dunia.
4 tahun telah berlalu setelah pencapaian bersejarah tersebut, Maroko kembali datang dengan ambisi besar. Mereka tidak lagi sekadar ingin membuat kejutan, tetapi berusaha membuktikan bahwa kesuksesan di Qatar bukanlah cuma keberuntungan. Dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda yang terus berkembang, Maroko berambisi untuk melanjutkan catatan luar biasa mereka di panggung dunia.
Dilansir dari Reuters, Maroko memiliki sejarah cukup panjang dalam sepak bola dunia. Mereka menjadi negara Afrika pertama yang berhasil lolos dari fase grup di Piala Dunia pada seri 1986 di Meksiko. Saat itu, Maroko bahkan mampu keluar sebagai juara grup yang dihuni oleh Inggris, Polandia, dan Portugal sebelum pada akhirnya tersingkir oleh Jerman Barat di babak 16 besar.
Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, peforma Maroko dapat dikatakan sedang berada di puncaknya. Mereka berhasil menahan imbang Kroasia di fase grup. Di 16 besar, Maroko berhasil mematahkan ekspektasi penonton dengan menahan imbang Spanyol dan memaksa mereka pulang dengan kemenangan melalui sesi penalti. Tidak sampai disitu Maroko juga memulangkan Portugal melalui kemenangan dengan skor tipis di fase gugur, sebelum mereka dikalahkan Prancis di semifinal.
Maroko juga masih mempertahankan sebagian pemain dari skuad mereka di tahun 2022. Di bawah mistar, Yasine Bounou masih menjadi pilihan utama pertahanan terakhir mereka. Di lini belakang, kapten Achraf Hakimi masih menjadi jantung dari tim dengan diiringi nama-nama seperti Chadi Riad, Noussair Mazraoui, hingga Zakaria El Ouahdi.
Di lini tengah, Maroko masih mengandalkan kreativitas dan pengalaman dari Sofyan Amrabat serta beberapa pemain muda berbakat sepertiAyyoub Bouaddi, Neil El Aynaoui, dan Ismael Saibari. Sementara itu, lini depan Maroko tetap dihuni oleh nama-nama berbahaya seperti Brahim Diaz , Chemsdine Talbi, hingga Abde Ezzalzouli.
Meski datang denga status yang lebih tinggi dari sebelumnya, perjalanan Maroko di Piala Dunia 2026 ini tidak akan mudah. Mereka tergabung di Grup C bersama Brazil, Skotlandia, dan Haiti. Nasib Maroko sudah ditentukan dari pertandingan pertama, karena mereka harus menghadapi Brazil. Maroko kemungkinan besar akan menang dari Haiti, tetapi Skotlandia bisa menjadi batu sandungan jika Maroko tidak berhati-hati.
Piala Dunia 2026 akan menjadi ujian penting bagi Singa Atlas. Jika pada 2022 mereka berhasil mencatat sejarah sebagai semifinalis pertama dari Afrika, maka saat ini mereka harus membuktikan bahwa pencapaian tersebut bukan sekadar keberuntungan sesaat. Dengan kualitas skuad dan mental kuat yang dimiliki saat ini, Maroko memiliki peluanng untuk kembali menulis sejarah di panggung sepak bola dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....