Piala Dunia 2026, Peluang Menunjukkan Eksistensi Lembaga Penyiaran Publik

  • 30 Apr 2026 10:46 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Fanatisme masyarakat Indonesia terhadap sepak bola hendaknya dapat dimanfaatkan oleh Penyiaran Publik di Piala Dunia Tahun 2026. Piala Dunia tahun ini memberikan peluang bagi Lembaga penyiaran publik seperti TVRI, RRI dan Antara untuk menunjukkan eksistensinya di tengah masyarakat.

Pengamat Sepak Bola Tanah Air, Mohammad Kusnaeni, mengatakan meskipun Indonesia tidak berpartisipasi langsung dalam piala dunia, Indonesia memiliki tradisi sepak bola yang sangat kuat. Indonesia termasuk salah satu negara dengan penggemar sepak bola paling fanatik di dunia.

Bahkan pernah mendapat pengakuan dari AFC sebagai negara dengan supporter paling fanatik saat mengikuti kejuaraan tingkat Asia maupun kualifikasi Piala Dunia. Fanatisme ini menunjukkan potensi yang besar dan berdampak sosial dan ekonomi dengan kehadiran piala dunia yang disiarkankan melalui media televisi.

“Dukungan penuh dari pemerintah dan keberhasilan TVRI dalam menghadirkan siaran piala dunia harus disosialisasikan bersama,” ujar Kusnaeni, Kamis, 30 April 2026.

Sebagai Lembaga penyiaran publik TVRI, RRI dan Antara perlu berkoordinasi dan bergandengan tangan untuk memastikan event ini memberikan dampak maksimal. Tidak hanya dari segi hiburan tetapi juga dari aspek ekonomi dan sosial.

Di era distrupsi saat ini, pilihan media dan flatform digital unutk memeproleh hiburan dan informasi cukup beragam. Kondisi ini merupakan tantangan bagi Lembaga penyiaran publik seperti RRI, TVRI dan Antara semakin berat.

Dalam konteks ini, Piala Dunia yang disiarkan secara eksklusif melalui TVRI didukung flatform audio dari TVRI dan Antara akan memberikan peluang bagi masyarakat untuk kembali mengenal dan melihat kehadiran media nasional, TVRI, RRI dan Antara. Peluang ini harus dimanfaatkan untuk menunjukkan eksistensi ketiga penyiaran publik nasional di masyarakat

“Kita harus memanfaatkan peluang ini secara optimal untuk membuat masyarakat kembali menjadikan TVRI, RRI dan Antara sebagai pilihan utama dalam memperoleh informasi, hiburan maupun siaran edukasi,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....