Macific 2026 Komitmen Bersama Membangun Ekonomi Biru yang Tangguh

  • 01 Okt 2026 14:23 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – The 6th Maritime Continent Fulcrum International Conference (MaCiFIC) 2026 bukan sekedar ajang forum persentasi penilitian. Namun, sebagai komitmen bersama dan pertukaran gagasan membangun ekonomi biru yang tangguh.

Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Agung Dhamar Syakti, mengatakan sejak pertama kali diselenggarakan pada 2021, MaCiFIC telah berkembang menjadi forum internasional untuk pertukaran gagasan di bidang kelautan dan kemaritiman. setiap penyelenggaraan MaCiFIC membawa tema yang merefleksikan perkembangan dan tantangan kemaritiman dari waktu ke waktu.

Mulai dari “Maritime for Sustainable Welfare” pada 2021, “Sustainable Development Goals for Maritime Civic” pada 2022. Tema 2026 yang juga menitik beratkan pada pengamanan masa depan maritim melalui kemajuan teknologi cerdas dan tata kelola untuk membangun ekonomi biru yang tangguh.

“Kesehatan laut merupakan hal mendasar bagi pengaturan iklim global,keanekaragaman hayati dan penghidupan manusia,” ujar Agung Dhamar Syakti, Kamis, 1 Oktober 2026.

Menjaga masa depan maritim membutuhkan perpaduan antara inovasi teknologi mutakhir dan kerangka kebijakan yang kuat. Keterhubungan antara teknologi cerdas dan tata kelola, lanjutnya, diharapkan dapat mempercepat transisi menuju Blue Economy yang berkelanjutan, memitigasi dampak perubahan iklim, melindungi ekosistem kepulauan, serta meningkatkan kesadaran publik dan kapasitas riset.

Dirinya berharap MaCiFIC 2026 tidak berhenti sebagai forum presentasi hasil penelitian. Lebih dari itu, konferensi ini diharapkan menjadi titik awal terbentuknya kerja sama riset internasional jangka panjang dan rekomendasi kebijakan yang dapat diimplementasikan.

Dalam pelaksanaannya, MaCiFIC 2026 mempertemukan sekitar 200 peserta dari Indonesia, Jepang, Singapura, Malaysia, Australia, Eropa, Amerika Serikat, dan sejumlah wilayah lainnya. Berbagai gagasan yang dibahas mencakup isu lingkungan dan rekayasa, oseanografi, konservasi keanekaragaman hayati laut, energi terbarukan, tata kelola wilayah kepulauan, budaya maritim hingga geopolitik.

Keragaman isu tersebut menunjukkan bahwa tantangan kemaritiman membutuhkan pendekatan lintas disiplin dan kolaborasi antarnegara. Menurutnya, persoalan seperti perubahan iklim, pencemaran laut, dan pengelolaan sumber daya merupakan tantangan kompleks yang membutuhkan komitmen serta kolaborasi bersama.

“Jaringan yang terbentuk dan wawasan yang diperoleh disini diharapkan dapat menghasilkan kemitraan penelitian yang berdampak, publikais terindeks scopus serta rekomendasi kebijkan yang dapat di terapkan bagi masyarakat pesisir dan kepulauan di seluruh dunia,” katanya.

Menutup sambutannya, Rektor UMRAH secara resmi membuka The 6th Maritime Continent Fulcrum International Conference (MaCiFIC) 2026. Dirinya mengajak seluruh peserta memanfaatkan konferensi tersebut untuk memperkuat pertukaran pengetahuan, jejaring akademik, dan kolaborasi internasional dalam mewujudkan masa depan maritim yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....