Terasi, Bumbu Makanan yang Unik namun digunakan di Berbagai Negara

  • 30 Jun 2026 13:02 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Terasi adalah bumbu penyedap tradisional khas Indonesia hasil fermentasi udang rebon atau ikan kecil yang menawarkan rasa gurih alami (umami) dan aroma khas yang sangat kuat. Dikenal juga dengan nama belacan di beberapa daerah, pasta padat berwarna cokelat kemerahan hingga hitam ini menjadi fondasi utama dalam kekayaan kuliner Nusantara, mulai dari sambal hingga tumisan sehari-hari.

Di Indonesia, terasi memiliki berbagai variasi tergantung daerah pembuatannya, seperti Terasi Cirebon (sering terbuat dari udang rebon halus) dan Terasi Bangka atau Belacan yang sangat populer untuk hidangan sambal belacan. Pembuatan terasi melibatkan proses penjemuran dan fermentasi yang memakan waktu, menghasilkan pasta dengan aroma khas yang menyengat namun sangat disukai.

Selain di Indonesia, dibeberapa negara lainnya juga mengenal terasi sebagai bumbu masak, namun dengan nama dan varian yang berbeda-beda. Dikutip dari laman https://lbifib.ui.ac.id/id/blog/artikel/menjelajah-terasi-di-berbagai-negara-asia, jenis-jenis terasi yang digunakan dibeberapa negara:

- Malaysia

Malaysia memiliki belacan, yaitu sejenis pasta udang yang mirip dengan terasi Indonsia namun dengan tekstur yang cenderung lebih lembut. Belacan sering dipanggang sejenak sebelum digunakan dalam masakan agar aromanya lebih harum dan tidak terlalu menyengat. Bumbu ini menjadi dasar dari sambal belacan yang sangat populer, khususnya di tanah Melayu. Selain itu, belacan juga digunakan dalam masakan tumis sayuran, mi goreng, dan berbagai jenis makanan lainnya. Cita rasa belacan yang kuat namun seimbang membantu memperkaya rasa masakan tanpa mendominasi bahan utamanya.

- Thailand

Thailand memiliki kapi (กะปิ), yaitu pasta udang fermentasi dengan warna yang lebih pucat dan tekstur yang lebih halus dibandingkan dengan terasi Indonesia. Kapi merupakan bumbu penting dalam nam prik kapi (น้ำพริกกะปิ), yaitu sambal khas Thailand yang disajikan bersama sayuran segar dan ikan goreng. Selain itu, kapi kerap digunakan dalam berbagai hidangan beraroma kuat, seperti kari, sup, dan beberapa versi pad thai tradisional. Masyarakat Thailand memandang kapi sebagai bumbu yang mampu menyatukan rasa pedas, asam, dan manis, yang menjadi ciri khas kuliner mereka.

- Vietnam

Di Vietnam, pasta udang dikenal sebagai mắm tôm, yang memiliki aroma yang jauh lebih tajam dibandingkan dengan terasi dari negara lain karena proses fermentasinya yang lebih lama. Mắm tôm biasanya memiliki warna keunguan dan tekstur yang lebih cair. Penggunaannya yang paling terkenal ada pada hidangan bún đậu mắm tôm, yaitu semangkuk mie beras yang disajikan dengan tahu goreng, daging, sayuran dan saus mắm tôm yang dicampur jeruk limau. Meskipun aromanya cukup kuat, banyak masyarakat Vietnam menganggap mắm tôm sebagai bumbu yang tidak tergantikan karena memberikan karakter rasa yang unik pada hidangan sehari-hari.

- Kamboja

Kamboja memiliki prahok, yaitu pasta fermentasi yang umumnya memiliki bahan dasar ikan, tetapi negara ini juga memiliki versi pasta fermentasi lainnya yang menggunakan udang sebagai bahan dasar. Prahok difermentasi cukup lama hingga menghasilkan rasa yang sangat asin dan aroma yang kuat. Pasta ini sering digunakan sebagai bumbu dasar pada sup, tumisan, atau saus celup. Dalam budaya Kamboja, prahok dianggap sebagai bahan penting yang mencerminkan cara masyarakat memanfaatkan hasil laut untuk menghadapi musim panjang ketika hasil tangkapan tidak menentu. Keberadaannya menunjukkan bagaimana fermentasi membantu masyarakat bertahan sekaligus melahirkan cita rasa khas yang disukai hingga kini.

- Myanmar

Di Myanmar, bumbu fermentasi serupa dikenal dengan nama ngapi. Pasta ini dapat dibuat dari ikan maupun udang, dan memiliki peran yang sangat besar dalam masakan sehari-hari. Ngapi disajikan sebagai cocolan untuk sayur segar, digunakan sebagai bumbu tumis, atau dijadikan bahan dasar untuk kuah berbumbu. Dibandingkan dengan beberapa versi dari negara lain, ngapi cenderung memiliki rasa yang lebih asin dan tekstur yang sedikit lebih halus. Bagi masyarakat Myanmar, ngapi adalah simbol rasa rumahan yang selalu hadir di meja makan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....