Terlalu Lama Duduk, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Tubuh
- 21 Agt 2026 09:38 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Duduk dalam waktu lama dapat menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari, terutama bagi orang-orang yang bekerja di depan komputer, belajar, atau sering mengendarai kendaraan. Akan tetapi, kebiasaan tidak aktif harus diperhatikan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengartikan perilaku sedentari sebagai kegiatan saat terjaga yang memiliki pengeluaran energi rendah, seperti duduk, bersandar, atau berbaring. WHO menyatakan semakin lama orang dewasa menghabiskan waktu dengan perilaku sedentari, semakin tinggi pula hubungannya dengan risiko kematian akibat berbagai penyebab, penyakit kardiovaskular, dan beberapa penyakit kronis.
Salah satu konsekuensinya terkait dengan kesehatan kardio dan sistem peredaran darah. Terlalu sering duduk dan minimnya aktivitas fisik dapat memperbesar kemungkinan terkena penyakit kardiovaskular.
WHO menyebutkan menggantikan waktu duduk dengan aktivitas fisik, termasuk kegiatan berintensitas rendah, memberikan keuntungan bagi kesehatan. Dengan kata lain, tubuh tidak perlu melakukan latihan berat untuk mengurangi efek dari terlalu banyak duduk; aktivitas ringan seperti berjalan atau bergerak secara teratur juga tetap bermanfaat.
Kebiasaan menghabiskan waktu lama untuk duduk berhubungan dengan risiko diabetes tipe 2 serta masalah metabolisme. NHS menjelaskan duduk terlalu lama diduga dapat mengurangi metabolisme, sehingga memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula darah, tekanan darah, dan pembakaran lemak. Oleh karena itu, aktivitas harian sebaiknya tidak hanya menekankan pada berolahraga, tetapi juga mengurangi waktu duduk yang berlebihan.
Dampak lainnya dapat terlihat pada massa tubuh dan kesehatan fisik. Saat seseorang menghabiskan waktu yang lama dalam posisi duduk, peluang tubuh untuk bergerak dan memanfaatkan energi menjadi berkurang.
WHO mencatat rutin melakukan aktivitas fisik berkaitan dengan ukuran lemak tubuh yang lebih baik, kesehatan jantung yang lebih optimal, serta penurunan risiko diabetes tipe 2. Oleh sebab itu, meningkatkan aktivitas bergerak dalam kegiatan sehari-hari bisa menjadi salah satu cara mudah untuk mendukung kesehatan.
Jadi, apa metode untuk mengurangi efek dari duduk terlalu lama? Mulailah dengan memecah waktu duduk dengan melakukan aktivitas ringan, seperti berdiri sejenak, berjalan untuk mengambil air minum, melakukan peregangan, atau berjalan saat menerima telepon.
WHO merekomendasikan orang dewasa untuk melakukan 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggunya. WHO tidak menetapkan batas waktu harian untuk duduk secara spesifik karena risiko dipengaruhi oleh berbagai hal, namun prinsip utamanya adalah: kurangi waktu tidak aktif dan tingkatkan aktivitas fisik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....