Kelelahan Mata pada Pekerja Digital
- 23 Agt 2026 12:23 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Bekerja di depan layar komputer selama berjam-jam telah menjadi rutinitas bagi banyak pekerja di era digital. Di balik kemudahan teknologi yang membantu meningkatkan produktivitas, kebiasaan menatap layar tanpa jeda juga dapat meningkatkan risiko kelelahan mata apabila tidak diimbangi dengan pola penggunaan yang sehat.
Dilansir dari American Optometric Association (AOA), penggunaan perangkat digital dalam waktu lama dapat menyebabkan computer vision syndrome atau digital eye strain, yaitu kumpulan gangguan pada mata dan penglihatan akibat aktivitas melihat layar secara terus-menerus. Kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai keluhan seperti mata lelah, mata kering, pandangan kabur, sakit kepala, hingga rasa tidak nyaman pada mata, terutama pada pekerja yang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan komputer.
| Baca juga: Menjaga Pikiran Tetap Sehat dan Stabil |
Kelelahan mata digital terjadi karena mata harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan fokus pada objek berjarak dekat dalam waktu yang lama. Selain durasi penggunaan layar, kondisi ini juga dipengaruhi oleh pencahayaan yang kurang sesuai, posisi tubuh saat bekerja, serta jarak pandang terhadap monitor yang tidak ideal.
Menurut American Academy of Ophthalmology, penggunaan komputer, tablet, dan telepon pintar secara berkepanjangan dapat meningkatkan risiko munculnya gejala ketegangan mata. Karena itu, mengatur waktu istirahat, menjaga jarak pandang, serta memperhatikan kondisi lingkungan kerja menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mata sekaligus mendukung kenyamanan dan produktivitas selama bekerja.
Salah satu cara sederhana yang dapat diterapkan adalah prinsip 20-20-20, yaitu mengalihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki selama 20 detik setiap 20 menit. Kebiasaan ini membantu otot mata beristirahat sehingga dapat mengurangi ketegangan akibat menatap layar dalam waktu lama.
Selain memberikan jeda bagi mata, pekerja juga perlu menciptakan lingkungan kerja yang nyaman agar mata tidak bekerja terlalu keras. Mengatur tingkat kecerahan layar, menjaga jarak pandang sekitar 50–70 sentimeter dari monitor, memperbaiki posisi duduk, serta memastikan pencahayaan ruangan memadai dapat membantu mengurangi beban pada mata.
Penggunaan perangkat digital memang sulit dipisahkan dari dunia kerja modern, tetapi kebiasaan penggunaan yang bijak dapat membantu menjaga kesehatan mata dalam jangka panjang. Apabila keluhan seperti mata kering, pandangan kabur, atau sakit kepala terus berlanjut, pemeriksaan ke tenaga kesehatan mata perlu dilakukan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
Menjaga kesehatan mata bukan hanya bertujuan mengurangi risiko gangguan penglihatan, tetapi juga mendukung konsentrasi, kenyamanan, dan produktivitas saat bekerja. Dengan mengatur durasi penggunaan layar, menerapkan kebiasaan istirahat mata, serta menciptakan lingkungan kerja yang ergonomis, pekerja digital dapat memanfaatkan teknologi tanpa mengabaikan kesehatan matanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....