Mengapa Cahaya Matahari Pagi Penting untuk Ritme Tubuh?

  • 07 Agt 2026 17:33 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Paparan sinar matahari pada pagi hari sering kali dianggap sebagai hal yang sederhana, padahal memiliki manfaat penting bagi kesehatan tubuh. Selain membantu memulai aktivitas dengan lebih segar, cahaya pagi juga berperan dalam menjaga jam biologis tubuh yang mengatur berbagai fungsi penting setiap hari.

Dilansir dari jurnal Psychoneuroendocrinology menunjukkan bahwa paparan cahaya terang pada pagi hari dapat meningkatkan cortisol awakening response (CAR), yaitu peningkatan alami kadar hormon kortisol setelah seseorang bangun tidur. Respons fisiologis tersebut membantu meningkatkan kesiapan tubuh untuk beraktivitas sekaligus mendukung rasa waspada pada awal hari.

Jam biologis tubuh atau ritme sirkadian merupakan sistem yang bekerja selama sekitar 24 jam untuk mengatur waktu tidur, bangun, suhu tubuh, produksi hormon, hingga tingkat kewaspadaan seseorang. Ketika sistem ini berjalan dengan baik, tubuh lebih mudah menyesuaikan diri dengan aktivitas harian dan kualitas istirahat pun menjadi lebih optimal.

Sebaliknya, kurangnya paparan cahaya alami pada pagi hari dapat mengganggu sinkronisasi jam biologis tubuh. Kondisi tersebut berpotensi membuat seseorang lebih sulit tidur pada malam hari, merasa mengantuk pada siang hari, serta mengalami penurunan konsentrasi dan produktivitas.

Penelitian dalam International Journal of Molecular Sciences menunjukkan bahwa paparan cahaya matahari berperan dalam pembentukan vitamin D yang mendukung berbagai fungsi biologis tubuh. Kajian tersebut juga menjelaskan bahwa jam biologis yang terjaga dengan baik berkontribusi terhadap kualitas tidur, metabolisme, serta kesehatan secara menyeluruh.

Memanfaatkan sinar matahari pagi tidak harus dilakukan dengan aktivitas yang rumit. Paparan cahaya matahari pagi selama sekitar 10–30 menit, yang disesuaikan dengan kondisi cuaca dan jenis kulit, dapat dilakukan sambil berjalan kaki ringan, berolahraga, menyiram tanaman, atau sekadar duduk di teras rumah.

Menjaga jam biologis tubuh bukan hanya tentang tidur yang cukup, tetapi juga membangun kebiasaan sehat setiap hari. Dengan rutin mendapatkan sinar matahari pagi dan menerapkan pola hidup yang seimbang, masyarakat dapat membantu menjaga kualitas tidur, meningkatkan kebugaran, serta mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....