Ketahui Gejala Kolesterol Tinggi sejak Awal
- 09 Jul 2026 06:12 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kolesterol merupakan zat lemak yang secara alami diproduksi oleh hati dan juga diperoleh dari makanan. Tubuh memerlukan kolesterol untuk membangun sel- sel yang sehat, menghasilkan hormon, dan mendukung pembentukan vitamin D.
Namun, jika kadar kolesterol, khususnya low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat, meningkat terlalu tinggi, hal ini dapat mengakibatkan penumpukan plak di dinding pembuluh darah. Dilansir dari World Health Organization, American Heart Association, penumpukan itu dapat mengganggu aliran darah serta meningkatkan kemungkinan penyakit jantung dan stroke. Oleh karena itu, mengenali gejala kolesterol tinggi sejak awal sangat krusial agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Kolesterol tinggi sering disebut sebagai silent condition karena umumnya tidak menimbulkan gejala yang khas. Banyak orang hanya menyadari kadar kolesterolnya tinggi setelah melakukan tes darah atau ketika sudah mengalami komplikasi, seperti serangan jantung atau stroke.
Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, American Heart Association, dalam beberapa situasi bisa muncul gejala yang berkaitan dengan penyempitan pembuluh darah, seperti nyeri dada (angina), cepat lelah saat beraktivitas, kesemutan di tangan atau kaki akibat sirkulasi darah yang tidak lancar, serta timbulnya benjolan lemak berwarna kuning di sekitar kelopak mata atau tendon yang disebut xanthoma.
Berbagai faktor dapat meningkatkan kemungkinan seseorang memiliki kolesterol tinggi, seperti pola makan yang kaya lemak jenuh dan lemak trans, minimnya aktivitas fisik, obesitas, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol yang berlebihan, diabetes, dan faktor genetik. Risiko juga naik seiring dengan bertambahnya usia. Karena banyak faktor tersebut terkait dengan pola hidup, perubahan kebiasaan sehari-hari menjadi langkah krusial untuk mengatur kadar kolesterol sebelum berubah menjadi isu kesehatan yang lebih serius.
Menghindari kolesterol tinggi dapat dimulai dengan menerapkan diet yang seimbang dan bergizi. Tingkatkan asupan buah, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta ikan yang mengandung banyak asam lemak omega-3. Sebaliknya, kurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh, lemak trans, dan gula tambahan.
Selain itu, melakukan olahraga secara rutin minimal 150 menit setiap minggu, mempertahankan berat badan yang ideal, berhenti dari kebiasaan merokok, dan mengelola stres juga sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Apabila perlu, dokter bisa memberikan resep obat penurun kolesterol berdasarkan keadaan masing-masing pasien.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....