Puskesmas Sei Jang Tangani Dua Kasus Malaria Impor

  • 07 Jun 2026 14:19 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kepala Puskesmas Sei Jang, dr. Muhammad Paisal, mencatat terdapat dua kasus malaria yang ditangani sepanjang Januari hingga Mei 2026. Kasus tersebut satu dari penularan lokal dan satu kasus impor yang dibawa dari luar daerah.

“Ada dua kasus Malaria yang tercatat di Puskesmas Sei Jang ,” kata , dr. Muhammad Paisal, Minggu 7 Juni 2026.

Muhammad Paisal menjelaskan Tim Puskesmas segera melakukan penyelidikan epidemiologi setiap kali menerima laporan kasus malaria. Langkah ini bertujuan melacak sumber penularan dan meminimalisir risiko kontak dengan warga sekitar.

“Langkah ini bertujuan melacak sumber penularan guna meminimalisir risiko,” ujarnya.

Menurutnya, Malaria merupakan penyakit infeksi yang menular melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang mengandung parasit Plasmodium. Gejala khas yang muncul meliputi demam tinggi bersiklus, menggigil, berkeringat, serta nyeri pada otot dan sendi.

“Beberapa gejala seperti demam menggigil, berkeringat serta nyeri otot dan sendi,” ucapnya.

Jika tidak ditangani dengan serius, malaria dapat menyebabkan komplikasi berat seperti kejang, gagal ginjal, hingga kematian. Kondisi ini membuat kewaspadaan terhadap gejala awal menjadi sangat krusial bagi masyarakat.

Meski Tanjungpinang secara umum telah dinyatakan bebas malaria, risiko penyebaran tetap ada akibat adanya kasus impor. Kehadiran nyamuk Anopheles di lingkungan sekitar berpotensi memicu penularan jika tidak diantisipasi dengan baik.

“Secara umum Tanjungpinang dinyatakan bebas Malaria, namun risiko penyebaran tetap ada dari luar,” tuturnya.

Untuk mencegah penularan, masyarakat diimbau menerapkan gerakan 4M Plus secara konsisten di lingkungan masing-masing. Langkah tersebut meliputi menguras, menutup, membersihkan tempat penampungan air, serta memantau genangan air secara berkala.

Masyarakat juga disarankan menggunakan kelambu, memasang kawat kasa pada ventilasi, dan menggunakan obat anti nyamuk. Mengingat nyamuk Anopheles aktif dari sore hingga pagi hari, menjaga kebersihan area sekitar rumah menjadi kunci utama pencegahan.

“Kerja sama masyarakat dalam menjaga kebersihan sangat diharapkan agar tidak ada celah bagi nyamuk untuk berkembang biak,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....