RSUD Bintan Catat 178 Kasus Malaria dalam Enam Bulan

  • 07 Jul 2026 16:16 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Bintan - Kasus malaria di Kabupaten Bintan mengalami peningkatan signifikan sepanjang Semester I 2026. Jumlah pasien yang menjalani perawatan di RSUD Bintan bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data RSUD Bintan, sebanyak 178 pasien malaria tercatat menjalani perawatan selama periode Januari hingga Juni 2026. Direktur RSUD Bintan, Tony Masruri, mengatakan dari total 178 pasien tersebut, sebanyak 142 orang menjalani rawat inap, sedangkan 36 lainnya menjalani rawat jalan.

"Dari Januari hingga Juni 2026, total pasien malaria yang kami tangani mencapai 178 orang, terdiri dari 142 pasien rawat inap dan 36 pasien rawat jalan," ujar Tony, Selasa, 7 Juli 2026.

Berdasarkan data rumah sakit, jumlah pasien terus mengalami peningkatan setiap bulan. Pada Januari tercatat enam pasien rawat inap dan satu pasien rawat jalan. Februari terdapat lima pasien rawat inap dan satu pasien rawat jalan.

Memasuki Maret, jumlah pasien meningkat menjadi 17 pasien rawat inap dan lima pasien rawat jalan. Pada April tercatat 24 pasien rawat inap dan 12 pasien rawat jalan.

Lonjakan tertinggi terjadi pada Mei dengan 53 pasien rawat inap dan lima pasien rawat jalan. Sementara pada Juni terdapat 37 pasien rawat inap dan 12 pasien rawat jalan.

"Data untuk Juli belum direkap karena pendataan dilakukan pada akhir bulan," katanya.

Tony menjelaskan, lonjakan kasus mulai terlihat sejak April hingga Juni. Sebagian besar pasien berasal dari wilayah pesisir, terutama Kecamatan Mantang dan Kecamatan Teluk Bintan.

Menurutnya, malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Nyamuk tersebut umumnya aktif pada sore hingga pagi hari.

"Obat harus diminum sampai tuntas. Jika pengobatan tidak dijalani sesuai aturan, parasit bisa tetap bertahan di dalam tubuh dan menyebabkan penyakit kambuh di kemudian hari," Ia menambahkan.

Ia mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah lingkungan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, terutama pada musim pancaroba.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....