Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Dibatasi bagi Penderita Asam Lambung
- 29 Jun 2026 10:33 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Asam lambung merupakan cairan yang diproduksi secara alami oleh lambung untuk membantu proses pencernaan. Namun, ketika asam lambung naik ke kerongkongan atau jumlahnya berlebihan, kondisi ini dapat menimbulkan keluhan, seperti rasa panas di dada (heartburn), nyeri ulu hati, perut terasa penuh, mual, hingga rasa asam atau pahit di mulut. Bagi penderita penyakit asam lambung atau refluks gastroesofageal (GERD), menjaga pola makan menjadi salah satu langkah penting untuk membantu mengurangi gejala.
Dikutip dari https://www.gramedia.com/literasi/pantangan-asam-lambung/, salah satu jenis makanan yang sebaiknya dibatasi adalah makanan berlemak tinggi, seperti gorengan, makanan cepat saji, dan olahan daging berlemak. Makanan tinggi lemak dapat memperlambat pengosongan lambung dan membuat katup antara lambung dan kerongkongan lebih mudah mengendur, sehingga meningkatkan risiko naiknya asam lambung.
Makanan pedas juga dapat memicu keluhan pada sebagian orang. Cabai atau bumbu yang sangat pedas tidak selalu menjadi penyebab utama asam lambung, tetapi pada individu yang sensitif, makanan pedas dapat memperburuk gejala. Karena itu, penting untuk mengenali makanan pemicu yang berbeda pada setiap orang.
Selain itu, makanan dan minuman yang bersifat asam, seperti jeruk, lemon, limau, tomat, serta produk olahannya, dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada sebagian penderita. Minuman berkafein, seperti kopi dan teh berkafein, serta minuman bersoda juga dapat memicu gejala pada sebagian orang karena dapat meningkatkan produksi asam lambung atau memengaruhi fungsi katup lambung.
Cokelat dan minuman beralkohol juga diketahui dapat memperburuk gejala refluks pada sebagian penderita. Sementara itu, kebiasaan makan dalam porsi besar, makan terlalu cepat, atau langsung berbaring setelah makan juga dapat meningkatkan risiko asam lambung naik.
Sebagai gantinya, pilih makanan yang lebih ramah bagi lambung, seperti sayuran, buah yang tidak terlalu asam, oatmeal, nasi, kentang, pisang, serta sumber protein rendah lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, tahu, dan tempe. Makanlah dalam porsi kecil tetapi lebih sering, kunyah makanan secara perlahan, dan usahakan memberi jeda sekitar dua hingga tiga jam antara waktu makan malam dan waktu tidur.
Perlu diingat bahwa pemicu asam lambung dapat berbeda pada setiap orang. Mencatat makanan yang dikonsumsi dan gejala yang muncul dapat membantu mengenali pantangan yang paling berpengaruh bagi diri sendiri. Jika keluhan sering kambuh, berlangsung lama, atau disertai gejala, seperti sulit menelan, muntah darah, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....