Pecegahan Hantavirus Melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
- 15 Mei 2026 21:14 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Masyarakat diharapkan untuk tidak panik dengan informasi yang beredar terkait Hantavirus. Virus ini dapat dicegah melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Dokter Ahli Madya Spesialis Mikrobiologis Klinis, Dokter penanggung jawab pelayanan laboratorium Mikrobiologi klinis RSUD Kota Tanjungpinang, dokter Dian Oktavianti Putri, mengatakan Hantavirus merupakan kelompok virus RNA, yang berasal dari hewan pengerat, tikus. Penyebarannya bersifat zoonosis, menular dari hewan ke manusia.
Secara klinis Hantavirus dapat menyebabkan dua syndrome, syndrome berat yaitu Hantavirus Pulmonary Syndrom (HPS) yang menyerang pernafasan. Kemudian sydrom yang kedua Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang dapat menyebabkan gagal ginjal.
| Baca juga: Insomnia, Bukan Sekedar Gangguan Tidur Biasa |
“Hal ini yang menjadikan Hantavirus menjadi perhatian karena menyebabkan penyakit serius. Ini yang paling ditakutin,” ujar dokter Dian Oktavianti Putri, Rabu, 13 Mei 2026.
Namun, sebenarnya masyarakat diharapkan untuk tidak perlu merasa takut yang berlebihan. Karena semua organisme potagen, bakteri, virus, jamur maupun parasit harus diwaspadai dan dijaga agar tidak masuk kedalam tubuh. Upaya pencegahan sangat penting dilakukan, pencegahan melalui Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Ada prosedur cuci tangan enam langkah yang berlaku untuk rumah tangga maupun tenaga kesehatan. Langkah itu, perlu digalakkan kembali karena sangat penting.
“Menurut saya, masyarakat sebenarnya tidak perlu khawatir karena dengan penerapan PHBS, virus dapat dikendalikan,” tuturnya.
Apalagi Hantavirus menurupakan golongan RNA yang sangat mudah mati. Virus ini, bisa mati dengan kondisi yang kering, dengan disinfektan, antiseptik maupun sabun yang mengandung antiseptik.
Dari, segi struktur Hantavirus bersifat invelop, ada lapisan pelindung yang melindungi virus. Jika ingin mematikan virus ini dapat menggunakan antiseptic, mencuci tangan atau melakukan sterilisasi dengan suhu tinggi.
“sterilisasi tingkat tinggi dilakukan pada suhu 121 drajat celcius dengan tekanan 2 ATM selama 20 menit, itu virusnya sudah mati,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....