Banyak Salah Kaprah, Healing bukan Kata Ganti Liburan

  • 22 Apr 2026 09:02 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Ada banyak penggunaan bahasa asing yang kurang tepat penempatannya dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia. Salah satu contohnya adalah penggunaan kata healing yang identik dengan seseorang yang butuh liburan atau jalan-jalan.

Praktisi psikolog, Afitri Susanti mengatakan, kata healing dimasyarakat khususnya generasi muda memang sudah sangat familiar. Tapi sayangnya masih banyak orang yang tidak memahami apa arti dari kata tersebut dan untuk apa penggunaannya.

“Healing itu untuk penyembuhan orang yang sakit mentalnya, jadi bukan buat kata ganti liburan atau jalan-jalan,” ucap Afitri, Rabu 22 April 2026.

Ketika seseorang berada dalam tekanan atau masalah sehingga membuat dirinya stress, bahkan tahapan yang harus dilakukan bukan healing melainkan refreshing. Hal tersebut karena saat pikiran sedang kacau, otak manusia perlu penyegaran agar dapat menemukan solusi dari situasi tersebut.

Sedangkan untuk healing, diperlukan jika seseorang merasa lelah secara emosional, cemas berlebihan, atau mengalami trauma yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Tanda-tandanya meliputi hilangnya fokus, mudah marah, menarik diri dari sosial, hingga keluhan fisik tanpa penyebab medis.

“Tapi karena sudah terlanjur tren penggunaan kata healing itu, jadi gak banyak yang tau bahwa itu tidak tepat,” katanya.

Makna yang berbeda dari kata refreshing dan healing tentu saja membuat perbedaan yang jelas terhadap penggunaannya. Sehingga pemahaman arti dari bahasa asing sangat diperlukan agar tidak terjadi kekeliruan dalam kehidupan sosial masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....