Begadang Perlahan Merusak Otak Manusia
- 27 Feb 2026 09:05 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Begadang sering dianggap hanya menyebabkan kantuk dan kelelahan, padahal dampaknya terhadap otak jauh lebih serius. Ketika waktu tidur terus dikurangi, otak dipaksa bekerja di luar ritme biologis alaminya.
Informasi yang dilansir dari laman Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa kurang tidur secara langsung memengaruhi fungsi otak. Salah satu bagian yang paling terdampak adalah korteks prefrontal, pusat pengendali fungsi berpikir tingkat tinggi.
| Baca juga: Air Putih dan Seni Menjaga Kehidupan |
Korteks prefrontal berperan penting dalam fokus, penalaran, pengambilan keputusan, dan pengendalian emosi. Saat seseorang kurang tidur, aktivitas di area ini menurun secara signifikan.
Akibatnya, seseorang bisa terlihat tetap aktif namun mengalami penurunan kualitas berpikir. Konsentrasi mudah terganggu, keputusan menjadi lebih impulsif, dan kesalahan kecil lebih sering terjadi meski merasa masih mampu bekerja normal.
Pada saat yang sama, pusat emosi di otak menjadi lebih dominan karena kontrol dari korteks prefrontal melemah. Kondisi ini membuat orang yang sering begadang lebih mudah tersinggung, sensitif, dan cepat mengalami kelelahan mental.
Tidur juga memiliki peran penting dalam pembentukan dan penguatan memori. Begadang memutus proses konsolidasi informasi, sehingga waktu belajar mungkin bertambah tetapi daya serap justru menurun.
Selain itu, saat tidur otak menjalankan sistem pembersihan limbah metabolik yang penting bagi kesehatan saraf. Jika begadang terjadi berulang, proses ini terganggu dan beban biologis otak meningkat secara perlahan, sehingga tidur cukup dan konsisten menjadi fondasi utama menjaga fungsi kognitif dan kestabilan emosi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....