Menjaga Kesehatan dan Pola Makan, Antisipasi Virus Nipah
- 03 Feb 2026 16:44 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Bintan – Masyarakat Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diminta antisipasi potensi menyebarnya virus Nipah. Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan telah melakukan penyebaran informasi agar masyarakat memahami penyakit, gejala, dan cara pencegahannya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, Retno Siswati, menjelaskan hingga saat ini belum ditemukan kasus virus Nipah di Bintan maupun wilayah Kepri. Bahkan, secara nasional, belum ada laporan resmi terkait kasus virus tersebut di Indonesia.
“Sejauh ini belum di temukannya kasus virus Nipah di Indonesia,” kata Retno Siswati, Selasa, 3 Februari 2026.
Meskipun banyak wisatawan asal India masuk ke Indonesia, belum ada laporan resmi penularan virus tersebut di dalam negeri. Wisatawan juga tidak terpengaruh untuk mengubah rencana liburan.
Dirinya terus mengkoordinasikan informasi ke seluruh masyarakat melalui Puskesmas, termasuk kawasan wisata, seperti Lagoi. Edukasi ini bertujuan agar seluruh fasilitas kesehatan siap melakukan deteksi dini dan pencegahan.
“Kami sudah menginformasikan melalui Puskesmas, nanti Puskesmas yang akan menyampaikan ke kawasan wisata Lagoi. Karena termasuk salah satu pintu masuk wisatawan asing,” ucapnya.
Retno menjelaskan gejala virus Nipah pada tahap awal menyerupai flu biasa, seperti, demam, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan nyeri otot. Jika tidak segera di tangani, virus ini dapat menyebabkan peradangan otak yang berisiko fatal jika terlambat ditangani.
“Kalau terlambat penanganan, dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan radang otak dan bisa menyebabkan kematian,” katanya.
Penularan virus Nipah dapat melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, seperti, kelelawar pemakan buah. Penularan juga bisa melalui konsumsi makanan atau minuman yg terkontaminasi.
“Kami sarankan menghindari buah yang langsung dimakan, lebih baik konsumsi buah yang dikupas dan pastikan dicuci buah tersebut dengan benar,” tuturnya.
Ia berharap masyarakat tetap tenang namun waspada, menjaga kebersihan dan pola makan sehat. Upaya pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibanding penanganan jika sudah terjadi penularan.
“Insha Allah, dengan pencegahan yang baik, kita bisa melindungi masyarakat dari risiko virus Nipah,” ujarnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....