Jurnalis dan Konten Kreator Diingatkan Bijak Menggunakan AI
- 20 Sep 2026 10:09 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Bintan - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mengubah cara masyarakat, kreator konten, dan pekerja media memproduksi informasi. Teknologi AI kini dapat membantu berbagai tahapan produksi konten, mulai dari mencari ide, menyusun naskah, hingga proses penyuntingan.
Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan sejumlah tantangan, terutama terkait keamanan data, akurasi informasi, etika, dan tanggung jawab pengguna. Hal tersebut dibahas dalam Training Keamanan Digital dan Artificial Intelligence (AI) untuk Jurnalis dan Pembuat Konten Muda di Batam, yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Media Selat Malaka 2026.
Kegiatan yang melibatkan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan SIDA tersebut menghadirkan Country Programme Manager International Media Support (IMS) untuk Indonesia, Eva Danayanti, sebagai pemateri. Eva mengatakan, pengguna AI perlu memahami cara kerja dan risiko teknologi tersebut, bukan hanya memanfaatkan kemudahannya.
“Data apa yang kita berikan? Apakah aktivitas kita sedang direkam atau dipantau? Siapa yang memiliki atau dapat mengakses data tersebut?” kata Eva, Sabtu, 19 September 2026.
Menurut Eva, AI dapat membantu proses produksi konten, termasuk dalam membuat ide, menyusun kerangka, merangkum informasi, hingga membantu penyuntingan. Namun, hasil yang diberikan AI tidak dapat langsung dianggap sebagai fakta karena teknologi tersebut dapat menghasilkan informasi yang keliru atau tidak memiliki sumber yang jelas.
Karena itu, proses verifikasi tetap menjadi tanggung jawab manusia. Setiap fakta, data, kutipan, dan informasi penting perlu diperiksa kembali melalui sumber yang kredibel sebelum dipublikasikan.
“Gunakan AI untuk mempercepat proses, tetapi jangan menyerahkan keputusan editorial kepada AI,” ujarnya.
Eva juga menjelaskan bahwa penggunaan AI dapat diterapkan dalam pembuatan content explainer. Format tersebut membantu audiens tidak hanya mengetahui suatu peristiwa, tetapi juga memahami konteks dan persoalan di baliknya.
Dalam produksi content explainer, AI dapat menjadi alat bantu untuk riset awal dan pengembangan materi. Meski demikian, pembuat konten tetap harus menentukan sudut pandang, melakukan verifikasi, serta memastikan informasi yang disampaikan akurat dan sesuai konteks.
Menurut Eva, perkembangan teknologi AI seharusnya diikuti dengan peningkatan kemampuan pengguna dalam menjaga keamanan data, memeriksa informasi, serta mempertahankan kendali manusia dalam proses produksi konten.
Melalui pelatihan tersebut, jurnalis dan kreator konten muda diharapkan dapat memanfaatkan AI secara efektif tanpa mengabaikan prinsip akurasi, etika, keamanan data, dan tanggung jawab kepada publik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....