Sekolah Tinggi, Literasi Dasar Menurun?
- 10 Jul 2026 23:44 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Tingkat pendidikan yang semakin tinggi tidak selalu sejalan dengan kemampuan literasi dasar yang dimiliki sebagian masyarakat saat ini. Fenomena ini memunculkan kekhawatiran tentang kualitas pemahaman membaca dan berpikir kritis di tengah kemajuan sistem pendidikan modern.
Sejumlah pengajar mengungkapkan bahwa banyak peserta didik mampu menyelesaikan pendidikan formal tanpa benar benar memahami informasi secara mendalam. Kemampuan membaca tidak lagi sekadar mengenali kata, tetapi memahami makna, konteks, serta menyaring informasi yang diterima sehari hari.
Data Programme for International Student Assessment atau PISA menunjukkan kemampuan literasi membaca siswa di berbagai negara masih menghadapi tantangan serius. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan akses pendidikan belum sepenuhnya diikuti dengan peningkatan kualitas pemahaman dasar siswa secara menyeluruh.
Penelitian dari Organisation for Economic Co operation and Development menyoroti pentingnya keterampilan berpikir kritis dalam menghadapi arus informasi digital. Tanpa kemampuan tersebut, individu rentan menerima informasi keliru serta kesulitan membedakan fakta dan opini di ruang publik.
Di Indonesia, tantangan literasi juga dipengaruhi oleh kebiasaan konsumsi konten singkat yang semakin mendominasi keseharian masyarakat modern saat ini. Paparan informasi cepat melalui media sosial dinilai mengurangi kebiasaan membaca mendalam yang sebelumnya menjadi bagian penting dalam proses belajar.
Meski demikian, sejumlah pihak menilai kondisi ini masih dapat diperbaiki melalui pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif dan kontekstual. Penguatan budaya membaca serta pemanfaatan teknologi secara bijak menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat secara berkelanjutan.
Pengamat pendidikan menekankan perlunya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan dalam membangun kebiasaan literasi sejak usia dini. Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan fondasi kuat bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan informasi di masa depan.
Ke depan, peningkatan kualitas literasi menjadi kunci penting agar masyarakat tidak hanya berpendidikan tinggi tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam. Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan kemampuan memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi secara bijak dalam kehidupan sehari hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....