Halal Bihalal MIN Tanjungpinang

  • 31 Mar 2026 10:40 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Suasana haru, hangat, sekaligus penuh harapan menyelimuti lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Tanjungpinang, Senin 30 Maret 2026. Momentum Halal Bihalal tahun ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi menjelma menjadi panggung penting lahirnya babak baru kepemimpinan di madrasah tersebut.

Sejak pagi, ratusan siswa dari kelas 1 hingga kelas 5 telah memadati halaman MIN Batu 4, Jalan Ir Sutami. Mereka bergabung bersama para guru dalam satu ikatan kebersamaan yang terasa begitu kuat.

Sementara itu, siswa kelas 6 tetap menjalankan tanggung jawab akademiknya dengan mengikuti gladi resik TKA, didampingi wali kelas masing-masing yang menggambarkan sebuah gambaran disiplin. Prosesi saling bersalaman menjadi momen paling menyentuh.

Guru dan siswa larut dalam tradisi saling memaafkan usai menjalani ibadah di bulan suci Ramadan. Senyum tulus dan mata yang berkaca-kaca memperlihatkan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar seremoni, melainkan ruang penyucian hati yang nyata.

Namun sorotan utama tak terbantahkan: perkenalan Kepala Madrasah yang baru, Asra. Dalam sambutannya yang lugas namun penuh makna, ia menegaskan komitmennya untuk membawa MIN Tanjungpinang melangkah lebih maju.

“Ini adalah amanah besar. Saya berharap kita semua bisa berjalan bersama, menjaga kekompakan, meningkatkan semangat belajar, dan tetap menjunjung tinggi akhlak mulia,” ujarnya.

Kehadiran Asra menjadi simbol harapan baru. Di tengah tantangan dunia pendidikan yang kian dinamis, kepemimpinan yang solid dan visioner dinilai menjadi kunci utama.

Halal Bihalal kali ini pun seakan menjadi titik awal konsolidasi besar antara kepala madrasah, guru, dan siswa dalam membangun sinergi yang lebih kuat. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin Rasidi, menambah kekhidmatan suasana.

Harapan pun mengalir deras agar semangat kebersamaan tidak berhenti di hari ini, melainkan terus hidup dalam setiap langkah perjalanan MIN Tanjungpinang ke depan. Di hari yang fitri ini, satu pesan menguat: membersihkan hati bukan hanya tradisi, tetapi fondasi untuk melahirkan generasi unggul, berakhlak, dan siap bersaing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....