Niat dan Keikhlasan Penentu Haji Mabrur
- 03 Mei 2025 09:06 WIB
- Tanjungpinang
KBRN, Tanjungpinang : Haji mabrur bukan hanya soal berhasil melaksanakan seluruh rukun haji, tetapi tentang keikhlasan niat dan kebersihan sumber biaya. Ustaz Nur Ikhlas dalam Mutiara Pagi Pro 1 RRI Tanjungpinang mengatakan, haji yang diterima itu adalah haji yang dilakukan semata karena Allah.
Perjalanan haji merupakan ibadah yang penuh ujian, baik fisik maupun batin. Dalam 40 hari perjalanan suci, setiap jamaah diharapkan menjaga adab, sabar, dan terus meluruskan niat.
Tak sedikit orang yang berangkat haji hanya demi status sosial atau gengsi. Ada pula yang mengabaikan sumber dana, padahal harta dari riba atau korupsi bisa menggugurkan nilai ibadah.
“Harta dari riba digunakan untuk haji, maka hajinya tidak diterima. Kalau naik haji niatnya karena ingin dipanggil Pak Haji, maka hajinya tertolak,” ucap Nur Ihklas, Sabtu (3/5/2025).
Mabrurnya haji hanya bisa diraih bila niat tetap lurus dan tidak disusupi tujuan duniawi. Setelah pulang dari Tanah Suci, perubahan perilaku menjadi bukti diterimanya ibadah tersebut.
“Haji yang diterima akan menjadikan pelakunya lebih taat, lebih jujur, dan lebih rendah hati dalam menjalani hidup sehari-hari,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....