Dari Hobi saat Pandemi, Dapur Mamini Tembus Pasar Premium Tanjungpinang

  • 25 Feb 2026 13:48 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Berawal dari hobi jajan dan bereksperimen di dapur saat masa pandemi Covid-19, Dapur Mamini kini sukses menjadi salah satu UMKM kuliner yang diperhitungkan di Tanjungpinang. Mengandalkan konsistensi rasa dan bahan baku premium, usaha rumahan ini membuktikan bahwa dedikasi pada kualitas adalah kunci untuk bertahan.

Ella Afnira, pemilik Dapur Mamini, menceritakan bahwa perjalanan bisnisnya dimulai pada tahun 2020. Saat itu, keterbatasan mobilitas akibat pandemi membuatnya terdorong untuk menciptakan sendiri camilan khas daerah yang ia rindukan.

“Awalnya itu bermula dari tahun 2020 zamannya pandemi Covid-19. Saya orangnya suka jajan dan traveling, jadi terpikirlah untuk bikin sendiri beberapa produk yang saya inginkan karena saat itu kita tidak bisa ke mana-mana,” ujar Ella, dalam program Sembang UMKM di Pro 4 RRI Tanjungpinang, Selasa, 24 Februari 2026.

Bisnis yang awalnya hanya untuk memuaskan keinginan pribadi ini ternyata mendapat respons positif dari keluarga dan kerabat. Dari sekadar iseng mengunggah di media sosial, pesanan mulai mengalir untuk produk-produk awal, seperti, zuppa soup, brownies kukus cokelat, dan bolen pisang khas Bandung.

Kini, Dapur Mamini dikenal dengan beragam varian produk, mulai dari puding mangga dengan saus vla keju yang menjadi best seller, hingga aneka kue kering dan hampers lebaran. Meskipun harga bahan baku cukup fluktuatif, ia tetap teguh pada prinsip menggunakan bahan premium.

“Yang membedakan produk kita adalah konsistensi rasa. Saya tidak mau memurahkan harga dengan mengganti bahan baku, karena kualitas rasa adalah hal yang saya jaga sejak awal agar pelanggan tidak kecewa,” katanya.

Dalam menjalankan bisnisnya, Ella menerapkan sistem made by order untuk memastikan setiap produk yang sampai ke tangan pelanggan dalam keadaan segar. Pemasaran pun dilakukan secara digital melalui Instagram dan WhatsApp, memanfaatkan kekuatan jejaring pertemanan dan testimoni pelanggan yang puas.

Ia juga berbagi tips bagi para pemula yang ingin terjun ke dunia kuliner agar tidak mudah menyerah atau "baper" saat menerima kritik dari pembeli. Menurutnya, setiap lidah memiliki selera yang berbeda, dan kritik harus dijadikan bahan evaluasi untuk berkembang.

“Bekerjalah sesuai hati dan passion. Kalau kita sudah suka, kita akan maksimal dalam mengulik resep dan proses produksinya. Intinya jangan baper, jadikan komentar pembeli sebagai saran positif untuk memperbaiki kualitas produk kita,” tuturnya.

Menutup perbincangan, ia berharap Dapur Mamini dapat terus konsisten melayani pelanggan setianya. Dengan tagline "Premium Quality", ia berkomitmen untuk terus berinovasi, terutama dalam menghadirkan paket hampers yang unik dan menarik di setiap momen hari raya.

“Mempertahankan itu lebih sulit daripada membangun. Harapan saya, Dapur Mamini bisa terus berproduksi dan konsisten menjaga cita rasa yang sudah dipercaya oleh pelanggan selama enam tahun ini,” katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita