JAPFA Tunggu Penetapan Kuota Ekspor Singapura
- 23 Feb 2026 08:32 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Bintan – Head of Operation Sumatera PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk, Anwar Tandiono, menyampaikan ekspor ayam hidup ke Singapura hingga saat ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Anwar mengatakan, pengiriman akan kembali dilakukan pada akhir Maret dan dilanjutkan pada minggu pertama April, menyesuaikan permintaan dari Singapura.
“Rencana akhir Maret kita kirim lagi ke Singapura dan dilanjutkan awal April sesuai permintaan mereka,” kata Anwar Tandiono, Senin 23 Februari 2026.
Ia menambahkan, pada 9 April mendatang pihaknya dijadwalkan menghadiri undangan evaluasi di Singapura untuk membahas hasil ekspor yang telah berjalan. Dalam pertemuan tersebut, otoritas setempat juga akan menentukan kuota pengiriman selanjutnya.
“Nanti akan ditentukan berapa kuota yang sanggup kita kirim, apakah per minggu atau per bulan. Kemungkinan setiap tanggal 10 kita akan diundang lagi untuk evaluasi,” ujarnya.
Hingga Maret ini, tercatat sudah 12 hingga 13 kali pengiriman dilakukan dan hampir tidak ada isu negatif. Menurut Anwar, pihak Singapura menyatakan cukup puas dengan kualitas ayam yang dikirim.
Terkait kendala, ia menyebut tidak ada hambatan signifikan, selain tantangan produksi yang bersifat teknis. Perusahaan, kata dia, menerapkan standar sanitasi dan biosecurity yang sangat ketat untuk memastikan kualitas tetap terjaga.
“Kalau ada masalah sanitasi seperti lalat dan sebagainya, justru kami yang paling khawatir. Karena kalau ada temuan, pasti tidak bisa kirim,” ucap Anwar.
Anwar menjelaskan, pasar Singapura dikenal memiliki standar yang sangat tinggi terhadap produk pangan impor. Bahkan, pengiriman ayam hidup dari Indonesia ke Singapura disebut sebagai yang pertama dilakukan, mengingat tantangan jarak dan waktu tempuh.
“Kalau Malaysia ke Singapura hanya satu sampai dua jam lewat darat. Kalau kita, perjalanan kapal bisa 10 sampai 11 jam. Tapi angka kematian ayam yang kita kirim rata-rata hanya 0,15 sampai 0,2 persen,” ungkapnya.
Angka tersebut, lanjutnya, berada di bawah batas toleransi yang ditetapkan otoritas Singapura. Capaian itu dinilai melampaui ekspektasi mereka.