Kelelahan Informasi di Era Digital

  • 23 Agt 2026 12:24 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Perkembangan teknologi digital membuat masyarakat semakin mudah memperoleh berbagai informasi dalam hitungan detik. Namun, derasnya arus informasi dari media sosial, aplikasi pesan, berita daring, hingga berbagai platform digital dapat membuat seseorang mengalami kelelahan dalam menerima, memahami, dan memilah berbagai konten.

Dilansir dari European Journal of Work and Organizational Psychology, information overload terjadi ketika jumlah informasi yang diterima seseorang melebihi kemampuan untuk memproses dan mengelolanya. Kajian tersebut menunjukkan kelebihan informasi berkaitan dengan berbagai dampak negatif, seperti meningkatnya kelelahan psikologis, stres, serta kecenderungan individu untuk menghindari atau membatasi paparan informasi.

Kelelahan informasi atau information fatigue dapat muncul ketika seseorang merasa kewalahan akibat banyaknya konten yang harus dibaca, dipahami, dan dipilah. Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan jumlah konten yang tersedia, tetapi juga dengan tuntutan untuk terus mengikuti berbagai perkembangan secara cepat.

Penelitian dalam Frontiers in Psychology menjelaskan perkembangan teknologi digital dan meningkatnya penggunaan teknologi komunikasi menyebabkan individu menghadapi arus informasi yang semakin besar. Kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan dalam mengelola berbagai sumber digital karena seseorang harus memilah, memprioritaskan, dan menentukan konten yang relevan di tengah arus informasi yang terus bertambah.

Dalam kehidupan sehari-hari, kelelahan informasi dapat ditandai dengan kesulitan berkonsentrasi, merasa cepat lelah saat menerima banyak konten, hingga kehilangan kemampuan untuk menentukan mana yang benar-benar penting. Paparan berbagai konten secara terus-menerus juga dapat membuat seseorang merasa harus selalu terhubung dan mengikuti setiap perkembangan yang terjadi.

Untuk mengurangi dampak kelelahan informasi, masyarakat perlu membangun kebiasaan digital yang lebih sehat. Salah satunya dengan membatasi waktu mengakses berbagai sumber digital, memilih sumber yang terpercaya, serta memberikan jeda dari perangkat teknologi agar pikiran memiliki kesempatan untuk beristirahat.

Selain mengatur paparan informasi yang diterima, kemampuan memilah berbagai konten juga menjadi hal penting di era digital. Tidak semua hal harus segera dibaca atau ditanggapi, sehingga menentukan prioritas dapat membantu seseorang tetap memperoleh manfaat teknologi tanpa merasa terbebani.

Untuk itu, memahami fenomena kelelahan informasi menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan mental di tengah perkembangan digital. Dengan mengelola penggunaan teknologi secara bijak dan menyaring konten yang benar-benar dibutuhkan, masyarakat dapat tetap memperoleh manfaat dunia digital tanpa merasa terbebani oleh derasnya arus informasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....