Transformasi Digital Membutuhkan 5G, tetapi Optimalisasi 4G Tetap Penting
- 06 Agt 2026 14:30 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Transformasi digital terus berkembang pesat di Indonesia, mendorong kebutuhan akan jaringan telekomunikasi yang semakin cepat, stabil, dan andal. Kehadiran jaringan 5G menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung berbagai inovasi digital, mulai dari layanan publik, industri, pendidikan, hingga pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan dan Internet of Things (IoT).
Meski demikian, optimalisasi jaringan 4G masih menjadi pekerjaan yang tidak kalah penting. Hingga saat ini, 4G masih menjadi tulang punggung layanan internet seluler bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, termasuk di berbagai daerah yang belum terjangkau jaringan 5G.
| Baca juga: Empati sebagai Perekat Hubungan Sosial |
Melansir jurnal dari laman https://surabaya.telkomuniversity.ac.id/teknologi-4g-dan-5g-pengertian-kelebihan-dan-manfaat/, 4G telah membawa kemajuan besar dalam kecepatan dan kapasitas jaringan seluler, meningkatkan pengalaman pengguna di berbagai aspek kehidupan digital. Sementara itu, 5G menghadirkan revolusi baru dengan kecepatan ultra-tinggi, latensi yang sangat rendah, dan kapasitas jaringan yang ekstrem, membuka peluang untuk inovasi teknologi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Di sejumlah wilayah, pengguna masih menghadapi tantangan berupa sinyal yang tidak stabil, kecepatan internet yang berfluktuasi, hingga keterbatasan kapasitas jaringan saat jam sibuk. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemerataan kualitas layanan 4G masih perlu terus ditingkatkan agar seluruh masyarakat dapat menikmati akses internet yang layak.
Pengembangan jaringan 5G memang menawarkan berbagai keunggulan, seperti kecepatan unduh yang jauh lebih tinggi, latensi yang lebih rendah, serta kemampuan menghubungkan lebih banyak perangkat secara bersamaan. Teknologi ini berpotensi mendorong kemajuan di sektor industri, kesehatan, pendidikan, transportasi, hingga layanan kota pintar yang semakin terintegrasi.
Namun, penerapan 5G secara nasional membutuhkan investasi infrastruktur yang besar dan dilakukan secara bertahap. Oleh karena itu, pengembangan 5G sebaiknya berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas jaringan 4G agar tidak terjadi kesenjangan layanan antara wilayah yang telah menikmati teknologi terbaru dengan daerah yang masih bergantung pada jaringan 4G.
Bagi masyarakat, jaringan internet yang stabil sering kali lebih dibutuhkan dibandingkan sekadar kecepatan tinggi. Aktivitas seperti bekerja secara daring, mengikuti pembelajaran jarak jauh, berkomunikasi melalui panggilan video, hingga mengakses layanan digital sehari-hari akan berjalan lebih lancar apabila jaringan 4G yang tersedia mampu memberikan performa yang konsisten.
Ke depan, transformasi digital Indonesia memerlukan strategi yang seimbang antara memperluas jangkauan 5G dan mengoptimalkan kualitas jaringan 4G. Dengan pemerataan infrastruktur telekomunikasi, kolaborasi antara pemerintah, operator seluler, dan pemangku kepentingan lainnya, masyarakat di berbagai daerah dapat merasakan manfaat teknologi digital secara lebih merata, sehingga pertumbuhan ekonomi digital nasional dapat berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....