agar Tidak Salah Penanganan, Pilih Jenis Terapi Pijat yang Tepat

  • 30 Jun 2026 11:52 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Tubuh yang terasa pegal atau capek-capek tentunya sangat mengganggu aktifitas sehari-hari. Tubuh terasa pegal tentunya ada banyak indikasi, seperti kelelahan fisik, penumpukan asam laktat setelah beraktivitas, kurang tidur, dehidrasi, atau gejala awal infeksi virus seperti flu.

Dikutip dari laman https://www.alodokter.com/badan-pegal-semua-ini-penyebab-dan-cara-mengatasinya, badan pegal semua diartikan sebagai sekumpulan rasa nyeri, kaku, kram, atau tidak nyaman pada otot-otot tubuh. Kondisi ini bisa sangat mengganggu karena membuat aktivitas sehari-hari terasa berat dan tidak nyaman.

Sebelum mengonsumsi obat tertentu, ada baiknya anda mencoba sebuah terapi berupa pijat tubuh atau refleksi. Memijat area tubuh yang pegal selama beberapa menit juga dapat melancarkan aliran darah dan membuat otot-otot yang tegang menjadi lebih rileks. Dengan begitu, rasa pegal berkurang dan proses pemulihan tubuh pun berlangsung lebih cepat, sehingga kamu bisa kembali beraktivitas dengan nyaman.

Terapi pijat dapat dilakukan dirumah maupun di tempat khusus yang menyediakan jasa pijat. Namun ada baiknya terapi pijat dilakukan oleh orang yang professional untuk mencegah terjadinya kesalahan yang berakibat pada gangguan urat dan syarat. Adapun beberapa jenis terapi pijat yang dapat dipilih sesuai kebutuhan dan keinginan diantaranya :

- Pijat jaringan dalam (deep tissue massage)

Jika tubuh terasa kaku dan nyeri, terapi pijat deep tissue massage cocok dilakukan karena terapis akan fokus memberikan tekanan pada lapisan otot, tendon, dan jaringan lain di bawah permukaan kulit. Selain itu, pijat jaringan dalam juga bisa meringankan cedera otot, seperti keseleo.

- Pijat akupresur (acupressure massage)

Metode pijat ini dilakukan dengan cara memberikan tekanan di bagian tubuh tertentu atau disebut juga titik akupresur. Pemberian tekanan pada titik ini dipercaya dapat mengatasi penyumbatan, melancarkan aliran darah, dan mengembalikan keseimbangan energi dalam tubuh. Selain itu, terapi pijat akupresur juga dapat meredakan nyeri dan meringankan efek samping kemoterapi.

- Pijat Thai (Thai massage)

Berbeda dengan terapi pijat pada umumnya, Thai massage dilakukan di atas matras dan mengharuskan orang yang dipijat untuk turut bergerak aktif. Terapi pijat ini menggunakan teknik penarikan, peregangan, dan gerakan yang menyerupai yoga.

- Pijat refleksi

Metode pijat refleksi cukup banyak digemari oleh masyarakat. Teknik pijat ini umumnya berfokus pada titik tertentu di bagian tubuh, terutama tangan dan kaki, yang memiliki jutaan saraf dan terhubung dengan berbagai organ dalam tubuh. Dengan memijat area tersebut, dipercaya mampu mendeteksi dan mengatasi masalah kesehatan yang sedang dialami.

- Pijat batu panas (hot stone massage)

Hot stone massage cocok dilakukan jika Anda sering mengalami keluhan nyeri atau tegang pada otot. Metode pijat ini menggunakan batu yang telah dihangatkan untuk melancarkan aliran darah dalam tubuh. Tak hanya itu, metode pijat batu panas juga dapat meredakan ketegangan otot dan mengurangi rasa nyeri yang dialami.

- Pijat aromaterapi

Pijat aromaterapi sebenarnya mirip dengan pijat biasa, hanya saja menggunakan aromaterapi saat memijat. Pijatan akan fokus pada area punggung, bahu, serta kepala, dan umumnya berlangsung selama 60–90 menit. Dalam metode pijat ini, bisa memilih aroma esensial yang disukai, supaya menjadi lebih nyaman, tenang, dan rileks saat dipijat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....