Konsumsi Pornografi Kerap Dipicu Tekanan Emosional dan Stres
- 14 Mei 2026 11:41 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Psikolog Tanjungpinang, Mirtha Yolanda, menilai konsumsi konten pornografi sering kali dipicu oleh tekanan emosional dan stres yang tidak tersalurkan dengan baik, terutama pada individu yang belum memiliki kemampuan regulasi emosi yang sehat. Menurutnya, tuntutan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari dapat memunculkan tekanan psikologis yang terus menumpuk. Ketika stres tersebut tidak dikelola dengan baik, sebagian orang cenderung mencari pelarian untuk mendapatkan rasa nyaman atau kesenangan sesaat.
“Mulai bekerja, mulai dituntut, akhirnya muncul tekanan emosional. Tekanan itu tidak terselesaikan karena mereka tidak terampil meregulasi emosi mereka. Akhirnya muncullah stres dan tekanan,” ujar Mirtha, Kamis, 14 Mei 2026.
Ia menjelaskan, banyak orang tetap menjalani rutinitas dan pekerjaan seperti biasa, namun sebenarnya menyimpan beban emosional yang tidak memiliki saluran pelepasan yang sehat. Kondisi inilah yang kemudian mendorong sebagian individu mencari hiburan instan, termasuk melalui konten pornografi.“Hubungan kerja yang banyak, tekanan juga banyak. Di situlah mereka mencari kesenangan sementara,” katanya.
Mirtha juga menyoroti peran media sosial dan algoritma digital yang dinilai mempermudah seseorang terpapar konten serupa secara berulang. Kebiasaan sederhana seperti menggulir media sosial dapat berkembang menjadi konsumsi konten yang lebih intens.
“Awalnya dari scroll media sosial dulu, terus akhirnya muncul video-video yang kemudian setelah ditonton ada yang sampai mencari kesenangannya,” ujarnya.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental, meningkatkan kemampuan mengelola emosi, serta membatasi konsumsi konten digital agar tidak berkembang menjadi kebiasaan yang berdampak negatif terhadap kehidupan sosial maupun kondisi psikologis seseorang. Menurutnya, dukungan lingkungan keluarga dan pertemanan juga berperan penting dalam membantu seseorang menghadapi tekanan emosional dengan cara yang lebih sehat dan positif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....